MAKASSAR, BKM — Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah mulai berlaku pada 31 Desember 2015 lalu, tentunya harus dihadapi secara bijaksana. Begitulah yang dilakukan Perguruan Tinggi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (PT Hipmi) Kota Makassar. Mereka tidak hanya mengikuti proses belajar mengajar di kampus, namun mereka juga berkontribusi kepada pemerintah dalam menyatukan sinergitas. Khususnya dalam menghadapi MEA.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum BPD Hipmi Sulsel, Andi Amirullah Abbas di sela-sela pelantikan dan pengukuhan pengurus PT Hipmi Kota Makassar periode 2016-2018, Minggu (31/1) malam. Pelantikan Ahmad Suryanegara Kasim sebagai ketua umum bersama pengurus lainnya, turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI.
Menurut Amirullah, pelantikan ini juga bernuansa untuk mengajak para generasi Hipmi yang lahir pada PT Hipmi Makassar untuk terus maju pantang mundur menghadapi hambatan. ”Jangan berani jadi pengusaha bila takut merugi. Dari situlah menimpa pengalaman yang bisa diraih untuk mengetahui suka dan dukanya jadi seorang pengusaha,” tutur Amirullah Abbas dengan nada motivasi kepada anggota pengurus PT Hipmi.
Amirullah Abbas mengungkapkan, PT Hipmi Makassar adalah generasi yang harus mempertahankan Hipmi. Wadah ini dituntut untuk bersinergi dengan pemerintah, dalam mewujudkan apa yang telah diraih demi menciptakan harapan masyarakat yang tidak lain untuk saling berbagi.
Meski demikian, kata Amirullah Abbas, kesemuanya itu agar tidak sampai memunculkan rasa kesombongan. ”Kepada siapa saja, bilamana kita sudah sukses. Tapi kerap berdoa dan meminta restu kepada orangtua. Begitu pun kepada masyarakat. Semua yang bisa kita raih adalah doa dan usaha melalui semuanya itu perantaranya dari tangan manusia ke manusia lainnya. Untuk itu, PT Hipmi dituntut untuk selalu memperhatikan sesama. Karena rezeki adalah dari tangan manusia berkat doanya, melalui campur tangan mereka membuat kita jadi sukses,” pesan Amirullah.
Selain itu, kata dia, mau tidak mau Hipmi harus menghadapi MEA. Namun Hipmi tak pernah berkecil dalam menghadapi semua itu. Sulsel adalah daerah berpotensi. Untuk itu, bagaimana potensi yang ada di daerah ini dijaga. ”Kemudian juga, kita juga dituntut untuk memperkuat personal. Hipmi ini adalah wadah buat kita semua dan harus membawa nama baik Hipmi,” papar Amirullah Abbas.
Sementara itu, Ketua BPC Hipmi Makassar, Andi Imran Mappasonda, mengatakan, PT Hipmi yang telah terbentuk pengurusannya diharap ke depan agar lebih baik lagi. Perguruan Tinggi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Makassar harus berbuat yang nyata terhadap pemerintah dan masyarakat.
”Wadah PT Hipmi adalah suatu contoh kepada mahasiswa yang tidak hanya dituntun belajar dibangku kuliah. Namun perlu belajar melalui bagaimana melakukan perubahan nasib ke depan,” cetusnya.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI yang akrab disapa Deng Ical, sangat mengapresiasi atas pelantikan PT Hipmi Makassar dalam pengurusan baru. ”Jika berdasarkan potensi yang dimiliki Indonesia tentu mampu bersaing dalam MEA. Ini tentunya merupakan tantangan sekaligus peluang untuk menguji insting bisnis,” tutur Deng Ical.
Dalam struktur ekonomi di Indonesia, kata dia, Makassar sangat kuat. Bahkan melebihi Tiongkok dan Jepang, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di atas 9 persen. Ini dikarenakan penguasa di Makassar hidup. Tugas pemerintah saat ini, tambahnya, yakni memberikan kebijakan agar jiwa jiwa pebisnis muda dapat berkembang secara optimal.
”Patut berterima kasih kepada, IAS-Supomo. Karena dengan kebijakannya mampu memberikan suasana berbisnis di Makassar dapat berkembang,” ungkapnya. (ish/mir/c)
PT Hipmi Siap Hadapi MEA
×

