pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berdoa Untuk Kesehatan dan Kekuatan

Maria Kolis, Pembersih Kleteng Xiang Maa (2-Habis)

MARIA Kolis (51) salah satu warga Tionghoa yang ikut merayakan Imlek tahun ini meski dirayakan secara sederhana.

Laporan: ARIF AL QADRY

Dalam benak Maria, dia sangat ingin merayakan Imlek seperti yang dilakukan oleh warga Tionghoa lainnya, seperti membersihkan rumah, membeli pernak-pernik. Tapi apa daya karena keterbatasan ekonomi, dia hanya bisa merayakan dengan ikut berdoa bersama warga Tionghoa di Klenteng Xiang Maa dimalam Imlek, Minggu (7/2).
Saat ini, Maria Kolis hanya tinggal seorang diri di rumahnya yang cukup sederhana di Jalan Andalas.
Suaminya yang bekerja di salah satu perusahaan di bidang property sudah lama berpisah karena perceraian. Seorang anak perempuannya yang kini berusia sekitar 22 tahun memilih untuk ikut bersama suaminya.
Untuk menyambung hidup, Maria Kolis bekerja sebagai tukang bersih di Klenteng Xiang Maa. Upah yang ia dapatkan dari membersihkan klengteng tidak banyak, itupun dia gunakan untuk membayar listrik, air dan biaya hidupnya dari hari ke hari.
Bahkan untuk makan sehari-hari-pun tak cukup. Dia sangat beruntung jika bisa makan tiga kali dalam sehari.
“Saya sengaja menyuruh anak saya tinggal bersama mantan suami saya. Karena saya tidak mau ia ikut menderita jika bersama saya. Biarkan saya yang rasakan kerasnya dan pedihnya hidup ini, jangan anak saya yang ikut rasakan kepedihan ini,” ucap Maria Kolis sambil mengusap air matanya.
Sambil memegang kain lap dan sapu, Maria juga menceritakan, selain menjadi tukang bersih klenteng, dia juga menjual kue Jalangkote yang dibuatnya sendiri.
Dengan bermodalkan uang sebesar Rp200 ribu rupiah. Dia sudah dapat membeli bahan pembuatan Jalangkote seperti terigu, sayur toge, wortel dan cabe. Dia-pun menjajahkan di depan klenteng untuk dapat tetap bertahan hidup.
“Capek atau tidak kita kembalikan pada diri sendiri. Apakah kita mau tetap hidup atau mati kelaparan,” cerita Maria Kolis.
Di Tahun Baru Imlek ini, ujar Maria, dia ingin berdoa agar tuhan memberikan kesehatan bersama anaknya serta kekuatan menjalani hidup ini. Dia juga berdoa agar anaknya bisa hadir menemuinya di Imlek ini.”Saya berdoa agar anak saya berada bersama saya di Tahun Baru Imlek ini. Apalagi di Imlek tahun ini, tak satu-pun ibu yang tidak ingin bersama anaknya.
Apalagi, Maria mengaku baru tahun ini akan merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun-tahun sebelumnya, Maria tidak lagi merayakan Imlek seperti yang dilakukan warga Tionghoa yang lainnya.
Dia mengatakan, terakhir merayakan Imlek saat dia berusia 35 tahun. Sejak kecil, ujar Maria, selalu merayakan Imlek bersama keluarganya. Namun semenjak dia menikah diusianya ke 36 tahun tepatnya pada tahun 1981, ia sudah tidak pernah lagi ikut merayakan Imlek.
Alasannya tidak merayakan Tahun Baru Imlek, karena tidak memiliki uang untuk merenovasi rumah dan membeli hiasan pernak pernik khas Imlek.
Meski dililit kehidupan yang pas-pasan, Maria sungguh menghayati arti perayaan Imlek. (arf/b)



×


Berdoa Untuk Kesehatan dan Kekuatan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar