MAKASSAR, BKM — Kebakaran melanda SMP Negeri 13 Makassar di Jalan Tamalate IV, Kecamatan Rappocini. Api melalap ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) pada Senin malam (1/2) sekitar pukul 20.10 Wita.
Kobaran api berhasil dipadamkan setelah sempat berkobar selama 15 menit. Meski berlangsung singkat, namun kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp30 juta lebih.
Kepala SMPN 13 Makassar Muh Arif yang dihubungi melalui telepon selularnya, kemarin menginformasikan rincian kerugian yang terjadi akibat kebakaran tersebut. ”Yang terbakar buku laporan siswa di dua kelas, masing-masing satu di kelas dua dan satu di kelas tiga. Terpaksa semuanya harus diganti. Tidak terlalu sulit sebenarnya untuk mengganti karena buku laporan sekarang sistem lembaran. Cuma pembungkusnya yang mahal,” terang Arif.
Selain itu, tambah Arif, pendingin ruangan (AC) yang ada di UKS juga terbakar. Harganya diperkirakan Rp5 juta. Begitu pula dengan lemari serta isinya yang nilainya ditaksir mencapai Rp15 juta.
Termasuk alat kesehatan. Di ruang UKS ini terdapat empat ranjang yang dilengkapi dengan masing-masing kasur. Semua kasur yang ada di ruangan ini terbakar. Sementara ranjangnya, sebagian yang terbakar
”Kita sudah laporkan ke polisi dan Dinas Pendidikan. Setelah seluruhnya didata, saya minta agar ruangan segera dibersihkan,” jelas Arif.
Kepsek menambahkan, awalnya dia mengira sumber api berasal dari AC yang korslet. Tapi setelah ditelusuri, ternyata api dipicu oleh korslet pada bagian kabel dispenser yang ada di ruang UKS. Selanjutnya api menjalar naik ke plafon dan membakar AC.
Basse Paryani, seorang guru SMPN 13 yang juga penjaga ruang UKS, mengaku mengetahui peristiwa kebakaran ini saat hendak pulang ke rumahnya di Barombong. Informasi itu diperolehnya dari seorang pelatih PMR (Palang Merah Remaja) bernama Irfan, yang pada saat kejadian memilih untuk tinggal di sekolah.
Pertama kali Irfan melihat dari samping ruang UKS ada gumpalan asap yang tiba-tiba muncul. Dia kemudian berusaha memastikannya dan melihat ke dalam ruangan dengan cara mengintip lewat jendela.
”Saya lihat api sudah mulai menyala dalam ruangan. Di dalam ruang UKS itu ada beberapa dokumen penting, seperti buku laporan siswa,” ujar Irfan.
Tidak lama kemudian api terus merembet ke bagian dinding dan plafon serta lemari dan ranjang. Diapun langsung menghubungi guru, yang tidak lama kemudian berdatangan ke sekolah.
Berselang beberapa saat kemudian, armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Bersama warga sekitar, api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat.
Basse Paryani mengakui bahwa di dalam ruangan yang terbakar itu terdapat buku laporan siswa. Termasuk laptop miliknya.
”Kodong terbakarmi semuanya. Berkas penting sama laptop ada dalam lemari,” cetusnya saat kembali ke sekolah dan menyaksikan api menyala.
Beberapa siswa SMPN 13 juga datang ke lokasi. ”Laporku, bu. Terbakarmi,” kata salah seorang siswa sambil histeris.
Selain di SMPN 13, peristiwa kebakaran juga terjadi di Jalan Manuruki, Kecamatan Biringkanaya. Satu rumah panggung milik warga ludes dilalap si jago merah, Selasa (2/2) sekitar pukul 10.00 Wita.
Kapolsek Biringkanaya Kompol Dodik, mengatakan saat kejadian rumah sedang ditinggal pemiliknya. Beruntung api tidak merembes ke rumah lain. Api dengan cepat menghanguskan rumah tersebut karena material rumah terbuat dari kayu.
“Api diduga karena hubungan arus pendek listrik, karena saat kejadian pemilik rumah tidak berada di rumahnya,” ujar Dodik.
Salah seorang saksi mata Naharia (45) mengatakakan, warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Mobil pemadam baru tiba sekitar 30 menit kemudian, saat api sudah mengahbiskan seluruh rumah.
Sekertaris Damkar, Pagar Alam mengatakan lambatnya informasi masuk ke kantor menjadi kendala. Padahal Posko Damkar KIMA terbilang dekat dengan lokasi kebakaran.
“Kita memiliki personel yang cukup dan terdapat enam unit mobil dikerahkan ke lokasi. Saat tiba disana api sudah membesar. Informasinya terlambat masuk. Anggota tidak kesulitan. Buktinya, kita bisa padamkan dan api tidak menjalar ke rumah warga lainnya,” kata Pagar Alam. (ish/rus/b)
Buku Laporan Dua Kelas di SMP 13 Terbakar
Dispenser Korslet Picu Kebakaran Ruang UKS
×

