MAROS,BKM — Puluhan sopir taksi eks Jaya Raksa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas) menemui manajemen PT Angkasa Pura (AP) I terkait kelangsungan operasional mereka di bandara, Selasa (2/2).
Para sopir memarkir kendaraannya di terminal parkir bandara lama dengan pengawalan sejumlah aviation security, personel Polsek Kawasan Bandara Sulhas, dan personel Lanud Sultan Hasanuddin.
Koordinator pengemudi eks Jaya Raksa, Zulkifli, menjelaskan, persoalan ini adalah persoalan internal antara eks sopir dan operator Jaya Raksa yang tidak beroperasi lagi selama dua minggu.
“Kami bukan aksi, hanya mempertanyakan hasil rapat Selasa lalu yang dilakukan pihak AP I sebagai pengelola bandara dengan Dishub Provinsi Sulsel. Kita ingin mengetahui apa hasil rapat itu,” jelasnya.
Menurut dia, eks sopir itu membutuhkan kebijakan PT AP I sebagai pengelola bandara , agar mereka tetap beroperasi.
“Kami ingin legal, dengan tidak adanya Jaya Raksa lagi, kami ingin mengajukan perusahan yang baru menggantikan Jaya Raksa yang menampung semua eks Jaya Raksa yang beroperasi di bandara. Kita tidak ingin dilebur dengan operator yang sudah ada, tetapi ingin mendirikan perusahan baru dengan kuota yang ada,”jelas dia.
Airport Security Departmen PT AP I, Sugiono, mengatakan, puluhan sopir taksi dari operator Jaya Raksa melakukan audience dengan pihaknya sebagai pengelola Bandara Internasional Sulhas untuk meminta kebijaksanaan agar mereka tetap beroperasi.
Pasalnya, operator tempat mereka bekerja tidak beroperasi lagi karena tidak memperpanjang izin operasionalnya di bandara. “Jadi ini persoalan internal mereka, karena operator mereka sudah tidak beroperasional lagi. Kita berharap diselesaikan secara internal,”jelasnya. (ari/c)
Sopir Taksi Temui Manajemen AP
×

