ADA banyak klub motor di Kota Makassar yang eksistensinya tetap bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah Makassar Tiger Club (MTC). Komunitas ini menjadi wadah dan tempat berkumpulnya para pecinta motor Honda Tiger.
Laporan: Rahmawati Amri
SEJAK berdiri hingga sekarang, berbagai kegiatan sudah dilakukan MTC. Touring sudah menjadi langganan para anggota komunitas. Namun, bukan sekadar ajang ngumpul dan melakukan touring. MTC juga kerap menggelar kegiatan bakti sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
Ketua Umum MTC Moh Sophian Ihramsyah mengatakan, komunitas yang dipimpinnya itu terbentuk pada tanggal 13 Agustua 1995 di Malino, Kabupaten Gowa.
Awalnya bernama Honda Racing Club yang disingkat HRC, namun kemudian beralih nama menjadi Makassar Tiger Club.
Organisasi ini mengklaim berazaskan Pancasila dan UUD 1945. Itu merupakan pencerminan eksistensi Makassar Tiger Club sebagai salah satu komponen bangsa Indonesia.
Nama Makassar Tiger Club diambil dari tiga kata, yaitu
Makassar, menyatakan organisasi ini beridentitas Makassar yang menjunjung tinggi prinsip solidaritas untuk kemajuan bersama.
Tiger, menyatakan bahwa organisasi ini merupakan kumpulan khusus bagi pengendara Motor Honda Tiger. Sementara kata club, yang berarti perkumpulan atau perserikatan.
Mohammad Sophian menjelaskan, MTC hadir untuk membina dan mempererat persaudaraan antar sesama pengendara motor Honda Tiger se-Indonesia.”Makassar Tiger Club merupakan suatu wadah dalam mempertemukan sesama pengendara motor Honda Tiger secara umum, dan khususnya anggota MTC secara berkala,” ungkapnya.
Sebagai sebuah komunitas, MTC juga melibatkan diri
dalam membina masyarakat untuk meningkatkan wawasan tertib berlalulintas di jalan raya. Sehingga seluruh anggota komunitas diharapkan menjadi contoh bagi pengendara motor lainnya dalam tertib berlalulintas.
“Komunitas MTC ini punya satu tujuan mulia, yakni menjadi contoh bagi pengguna jalan raya, bagaimana berkendara yang baik dan taat aturan. Jadi MTC didirikan bukan untuk gagah-gagahan dan pamer-pameran,” jelas Muh Sophian.
Dia menegaskan, sebagai salah satu wujud kepedulian untuk menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tentram dan sejahtera, MTC tidak ingin terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik praktis, melainkan dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang positif. Termasuk yang berhubungan dengan pendidikan, budaya, dan pariwisata.
Saat ini, total anggota yang sudah terdaftar per Desember 2015 sebanyak 371 orang. Latar belakang anggota yang berdeda-beda membuat Makassar Tiger Club menjadi semakin dinamis dan dewasa dalam menyikapi persoalan yang muncul. Baik dari internal organisasinya maupun eksternal organisasi.
Untuk aktifitas touring, berbagai kota di Indonesia sudah disambangi. Anggota MTC sudah menyusuri Kota Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Pekalongan, Bandung, Magelang, dan terakhir singgah di Jakarta.
Seperti yang dilakukan tahun lalu. Setiap melakukan touring, ada misi yang dibawa. Termasuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Sulsel, seperti Bantimurung, Toraja, Tanjung Bira dan Selayar.
Di salah satu touring di Pulau Jawa yang dilakukan belum lama ini, MTC memperkenalkan batu khas Sulsel, yaitu batu sisik naga. Setiap daerah yang disinggahi, anggota MTC membagikan keping batu khas Kabupaten Enrekang itu. (*/rus/b)

