MAMUJU, BKM — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar tetap berkomitmen dan mempertahankan program yang telah dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Sulbar. Termasuk program penekanan angka kelahiran pada peserta KB yang baru dan peserta aktif.
”Kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama bagi para peserta keluarga berencana (KB) yang ada di berbagai pelosok di seluruh wilayah di Kabupaten Mamuju, Sulbar,” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulbar, Andi Rita, kepada BKM di kantornya, akhir pekan lalu.
Untuk melaksanakan program BKKBN ini secara baik dan meluas, tentu harus ada kerjasama yang baik antara seluruh stakeholder yang ada ditingkat kabupaten dan provinsi. Juga, peran paling penting diharapkan dari kalangan media cetak dan elektronik. ”Apa yang telah diprogramkan kepada masyarakat, program BKKBN ini juga berbicara tentang kepentingan masyarakat. Jika tak ada dukungan dari kalangan media cetak dan elektronik, tentu apa yang telah kami lakukan tidak akan diketahui masyarakat secara meluas. Untuk itu, kami akan melibatkan media dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Jika program ini tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat, tentu akan berperan dalam menekan angka kelahiran,” papar Rita.
Selain itu, juga dibutuhkan kerjasama yang baik di antara petugas yang ada di lapangan. Terutama petugas yang menangani peserta KB baru maupun peserta yang telah aktif. ”Jika masing-masing bidang ini melakukan komunikasi yang baik serta memberikan pemahaman kepada setiap peserta KB yang ada dimasing-masing wilayahnya, kami selaku kepala BKKBN perwakilan Sulbar, yakin akan mampu mencapai hasil positif. Yakni mampu menekan angka kehamilan bagi peserta,” ujarnya.
Selain memberi pemahaman kepada masyarakat peserta KB, petugas juga harus mengawalnya. Sehingga tidak ada lagi terjadi peserta KB baik yang sudah aktif dan peserta baru mengalami kebobolan akibat tidak memahami secara baik terhadap penggunaan alat kontrasepsi. Misalnya dengan melalui suntik dan pil.
”Jangan ada terjadi kebobolan. Kalau terjadi, maka itu menandakan peserta dan petugasnya tidak berhasil,” tegasnya.
Andi Rita mengatakan, secara nasional laju pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai 1,49 persen atau 4,5 juta jiwa per tahun. Dengan melihat angka ini, termasuk terlalu meningkat. Untuk itu, pihaknya akan menekan sampai 1,1 persen dalam setiap tahunnya. ”Setiap program yang akan kami laksanakan di wilayah Sulbar akan dilakukan secara transparan. Seluruh komponen yang ada dalam bagian BKKBN itu, harus terbuka. Sehingga program yang ada di BKKBN dilakukan keterbukaan dan membangun kerjasama yang baik antara pihaknya dengan kalangan pers,” tuturnya. (ala/mir/c)
BKKBN Komitmen Dorong Program ke Masyarakat
×

