MAROS, BKM — Badan Kehormatan (BK) DPRD Maros akhirnya angkat bicara terkait minimnya tingkat kehadiran anggota dewan dalam setiap kegiatan musyawarah perencaan pembangunan (Musrenbang).
Ketua BK DPRD Maros, Muhammad Arsyad bahkan mengaku, di acara Musrenbang, selain dirinya tak ada lagi anggota dewan yang hadir. Dia menyayangkan sikap koleganya yang dinilainya malas menghadiri Musrenbang.
Legislator PDIP ini menilai, sebagai wakil rakyat sedianya anggota dewan hadir dalam Musrembang mengingat dewan memiliki tanggungjawab moril terhadap konstituennya.
“Dari Musrenbang banyak aspirasi masyarakat yang bisa diserap anggota dewan untuk selanjutnya dikawal dalam APBD nantinya. Tapi selama pelaksanaan Musrenbang di tingkat kecamatan, kehadiran teman-teman dewan sangat minim. Ini yang kami sayangkan. Kalaupun ada yang hadir, hanya segelintir saja,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (9/2).
Dia menyebutkan, berdasarkan catatan BK, ada beberapa anggota dewan yang memang enggan mengikuti kegiatan Musrenbang dengan beberapa alasan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman legislator terkait substansi Musrenbang itu sendiri.
“Mungkin juga faktor jauhnya lokasi Musrenbang sehingga mereka memilih untuk tidak hadir. Padahal ini tidak kalah pentingnya. Bupati saja yang menetap di Makassar menyempatkan diri untuk hadir. Harusnya dewan yang berasal dari dapil juga harus datang,” jelasnya.
Arsyad menilai berkewajiban menyoroti oknum legislator malas dalam kapasitasnya sebagai ketua BK DPRD Maros.
Arsyad juga mengaku tengah mengumpulkan data siapa-siapa anggota dewan malas menjalankan perannya sebagai anggota dewan.
“Kalau dalam Musrenbang, ada anggota dewan yang malas, maka kami akan mengumumkannya ke media,” ancamnya. (ari-ril/b)
BK Ancam Rilis Dewan Malas
×

