MAKALE, BKM — Wakil Ketua DPRD Tana Toraja menyesalkan sikap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja yang dinilainya lamban dalam menangani bencana longsor di Patekke, Pa’buaran dan Bo’ne Buntu Sisong Kecamatan Makale Selatan, (23/1) lalu. Setelah 18 hari peristiwa ini terjadi hingga kini belum ada perhatian BPBD.
Hal ini terungkat saat dewan berkunjung ke lokasi bencana, Selasa (9/2). Rombongan dipimpin Ketua DPRD Welem Sambolangi, Kendek Rante, Luther Sampe Patasik, Kristian Lambe, dan Soni Palulungan serta relawan Nico-Viktor. Dewan menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan dan ikan kaleng. Bantuan diterima Kepala Lembang Patekke David Pakka dan Kepala Lembang Buntu Sisong Tato Kalupang.
Sulit medan, membuat Welem dkk terpaksa naik ojek ke lokasi longsor karena material longsor belum dibersihkan.
Sejauh ini akses jalan dari dan menuju lokasi longsor lumpuh total dan membuat suplai sembilan bahan terhambat. Saat menyerahkan bantuan Welem bantuan ini jangan dilihat dari nilainya, namun itu bentuk empati dan rasa prihatian dengan kondisi para korban.
”Selaku wakil rakyat pihaknya akan memberikan perhatian kepada para korban,” jelasnya.
Direktur PT Malea Energy Viktor Datuan Batara juga siap menurunkan alat berat membersihkan longsor.
Kepala Lembang Bo`ne Buntu Sisong David Pakka, mengaku sebelumnya para korban juga menerima bantuan dari Kapolres Tana Toraja AKBP Arief Satrio. ”Kami syukuri bantuan ini tapi akan lebih bagus jika material longsor segera dibersihkan,” ujar Sisong.
Penjabat bupati Jufri Rahman saat dikonfirmasi BKM mengaku kecewa dan menyayangkan lambannya pelayanan dari BPBD.
”Saya akan pangggil Kepala BPBD dan Dinsos untuk mencari solusi atas bencana tersebut.
Ini menunjukan rendahnya kualitas para pejabat Tana Toraja. Sudah tau ada bencana masih lagi menunggu perintah,” tegas Jufri. (gus/C).
Pimpinan Dewan Sesalkan BPBD
×

