GOWA, BKM — Ratusan orang dari pihak keluarga Syamsuddin Dg Ngawi (64) yang sebelumnya meninggl dunia akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) beberapa waktu lalu menggelar unjuk rasa di Rumah Sakit Umum (RSUD) Syekh Yusuf Gowa sekira pukul 10.00 Wita, Senin (15/2).
Mereka memprotes sikap pihak UGD RSU Syekh Yusuf yang dinilai tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Mereka menuding, sikap tidak profesional pihak rumah sakit menyebabkan Syamsuddin meninggal dunia pada Minggu (14/2).
Tak hanya menggelar aksi di RSUD Syakh Yusuf, pihak keluarga juga menggelar aksi serupa di kantor DPRD Gowa. Para keluarga korban ini diterima empat orang anggota dewan di antaranya, Samsuharni dan Abdul Hafid Latif.
Dihadapan wakil rakyat, mereka meminta agar pelayanan rumah sakit lebih mengedepankan profesionalisme dan melihat aspek kemanusiaan pasien.
Hasan Basri (50), adik kandung almarhum pasien DBD mengatakan, kakaknya mulai terserang DBD sejak sepekan lalu. Awalnya, pasien mengalami demam biasa sehingga hanya dibawa berobat ke dokter praktik yang berada di dekat rumahnya.
Karena demamnya tak kunjung redah dan kondisi korban sudah sangat lemas dan badannya mengeluarkan bintik-bintik merah, maka pihak keluarga lalu membawa korban ke UGD RSU Syekh Yusuf guna mengetahui lebih pasti penyakit yang diderita almarhum.
Sesampainya di UGD, dokter tak kunjung datang dan sejumlah perawat meminta pasien dipulangkan dengan alasan penyakit yang diderita almarhum tidak berbahaya.
Sahriani (33) salah satu anak korban mengaku sempat ketemu dokter UGD, namun dokter tersebut tidak ingin almarhum dirawat dengan alasan almarhum sudah berobat di dokter praktik.
“Sekian jam ayah saya tidak mendapatkan pelayanan sampai akhirnya kami bawa bapak ke RSU Bhayangkara. Masa dibilang ayah saya tidak apa-apa sementara kondisinya sudah sabgat lemas dan sudah ada bintik merah,” bebernya.
Menurut Hasan Basri, mereka berunjuk rasa sebagai bentuk kecaman atas tindakan oknum dokter di RSU Syekh Yusuf yang lamban memberi perawatan kepada pasien.
Sementara Direktur RS Syekh Yusuf, dr Salahuddin yang dikonfirmasi via ponselnya mengaku sudah menerima pihak keluarga korban siang tadi di kantornya. Pihaknya juga sudah menampung semua aspirasi yang dilayangkan, termasuk diantaranya memberikan sanksi kepada dokter jaga UGD yang dimaksud.
“Kami sudah terima pihak keluarga korban dan saya minta kepala UGD untuk menerangkan masalah sebenarnya. Intinya mereka mengharapkan ada pelayanan lebih diperhatikan dan minta dokternya diberi sanksi berat. Kami sudah panggil dokternya dan duduk bersama komite medik dan ketua SPI selaku pengawas internal rumah sakit,” jelasnya.
Lanjutnya, bahwa dr Ferdy selaku kepala UGD mengaku jika saat itu pasien di arahkan ke rumah sakit lain karena UGD penuh.
“Saat itu korban diarahkan untuk ke rumah sakit lainnya. Saat itu dokter baru melakukan anamnesis atau wawancara pasien dan belum sempat melakukan pemeriksaan fisik. Dan saat itu kepala UGD mengatakan kondisi pasien memang belum ada bintik-bintik merah dan demamnya baru sehari seperti pengakuan pasie n sendiri,” jelas dr Salahuddin. (sar-ril/b)
Keluarga Pasien DBD Unjuk Rasa
×

