pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Polisi Siaga di Batas Kota

MAKASSAR, BKM — Pelantikan bupati/wakil bupati terpilih akan digelar besok, Rabu (17/2). Rencananya, pelantikan 10 bupati/wakil bupati terpilih hasil pemilihan langsung 9 Desember 2015 akan digelar di halaman depan kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo.
Berbagai persiapan sudah dilakukan. Tenda-tenda mulai didirikan oleh event organizer (EO) yang dipercaya mengatur acara ini.
Berdasarkan denah, ada sekitar tujuh tenda berwarna putih berukuran besar sudah terpasang tepat di depan gedung utama Kantor Gubernur Sulsel.
Karena lokasi pelantikan cukup terbatas, undangan yang diedarkan pun terbatas. Pemprov Sulsel menyiapkan 2.049 kursi bagi seluruh undangan resmi.
Rinciannya, untuk rombongan Gubernur Sulsel disiapkan 11 kursi, bupati/wakil bupati terpilih 20 kursi, Pemprov Sulsel dan pemkab masing-masing 255 kursi.
Sementara bagi kabupaten/kota yang bupati/wakil bupatinya dilantik, Pemprov Sulsel menyiapkan 150-152 kursi bagi setiap daerah.
Rinciannya, untuk Kabupaten Maros disiapkan 152 kursi, Bulukumba 152 kursi, Barru 150 kursi, Luwu Timur 150 kursi, Selayar 150 kursi, Soppeng 150 kursi, Tana Toraja 150 kursi, Luwu Utara 150 kursi, Pangkep 152 kursi, dan Kabupaten Gowa 152 kursi.
Sejumlah aparat kepolisian terlihat mulai mensterilkan lokasi pelantikan, Senin (15/2) dipimpin langsung Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono.
Dia juga terlibat diskusi serius membicarakan pengamanan lokasi pelantikan dengan beberapa pihak, termasuk dengan EO, Satpol PP dan aparat keamanan lainnya.
Pihak kepolisian juga mendiskusikan posisi drop out undangan agar dapat mengoptimalkan pengamanan di jalur masuk ke tempat kegiatan.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mewanti-wanti seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelantikan untuk mengemas acara secara sakral. Karena yang dilantik adalah orang-orang pilihan yang akan memikirkan nasib rakyat, mulai dari ujung rambut ke kaki hingga lima tahun ke depan. Secara teknis, dia menyerahkan mekanisme pelantikan ke Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel.
“Teknisnya terserah dari Pak Sekda. Saya percaya panitia bisa mengaturnya,” kata Syahrul.
Sementara itu, Sekprov Sulsel Abdul Latief menjelaskan, pihaknya telah mengatur semua item yang berhubungan dengan pelantikan.
Dia menjabarkan, pertama, bupati/wakil bupati yang akan dilantik akan transit terlebih dahulu di Ruang Rapat Pimpinan. Setelah itu, diarahkan memasuki area pelantikan dan melewati panggung utama, secara bergiliran.
Pelantikan dilakukan secara bersamaan. Kemudian secara bergantian akan menandatangani SK Pelantikan.
“Kami sudah atur tempat duduk per kabupaten. Kita serahkan ke daerah untuk posisi duduknya,” jelas Abdul Latief.
Soal anggaran pelantikan, Pemprov Sulsel sedikit tertutup. Tak ada informasi detail terkait berapa dana yang dibutuhkan.
Abdul Latief hanya mengatakan pihaknya baru akan menghitung secara keseluruhan mana yang akan ditanggung provinsi dan mana kabupaten/kota.
“Kita masih kalkulasi semua, totalnya nanti kita hitung,” jelas Abdul Latief.
Informasi yang diperoleh, pelantikan bupati/wakil bupati terpilih itu menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Untuk tendanya saja, diperkirakan menelan dana sekitar Rp300 juta. Belum konsumsi dan yang lainnya.
Bagi undangan yang akan menghadiri pelantikan, ada ID card khusus yang disiapkan panitia sehingga tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke lokasi.
Menurut rencana, gladi pelantikan agar digelar hari ini, Selasa (16/2), sekitar pukul 15.00 Wita dan diikuti langsung bupati/wakil bupati terpilih.
Khusus untuk pengamanan pelantikan, disiapkan sekitar
1.802 personel gabungan dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel.
Pengamanan akan dibagi tiga ring. Ring satu ditempatkan di lingkungan kantor gubernur, ring dua ditempatkan di luar pagar dan ring tiga ditempatkan di jalan raya.
Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait mengatakan personel juga akan disiagakan di perbatasan Makassar-Gowa, dan perbatasan Makassar-Maros.
Ada dua opsi yang disiapkan untuk pengaturan arus lalulintas di depan kantor gubernur. Opsi pertama, Jalan Urip Sumiharjo akan ditutup full mulai depan pertigaan Tello, Perintis, dan Urip hingga ke flyover. Opsi kedua, kendaraan tetap bisa lewat di Urip Sumoharjo depan kantor gubernur namun hanya satu jalur yang dibuka. Jalur yang langsung menuju kantor gubernur akan ditutup. Sementara jalur disebelahnya akan dibuka untuk kendaraan dari arah timur ke barat, begitu juga sebaliknya. (rhm/rus/b)



×


Polisi Siaga di Batas Kota

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar