MAROS, BKM — Nyawa seorang adik sepertinya tak ada lagi artinya bagi Muh Anugrah (26). Ia sampai tega menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri bernama Nur Morahman (21) hanya karena persoalan sepele.
Korban ditikam sebanyak tiga kali dengan pisau dapur, masing-masing pada bagian perut, dada dan paha. Ironisnya lagi, peristiwa berdarah ini berlangsung di rumah ibu kandung keduanya, Hj Nurdiana di Lingkungan Maccini Ayo, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Senin malam (15/2) sekitar pukul 18.30 Wita.
Kapolsek Lau AKP Amir Mahmud yang dihubungi, Selasa (16/2) membenarkan adanya peristiwa pembunuhan yang melibatkan saudara sekandang. ”Penyebabnya hanya persoalan sepele, hingga keduanya berantem hingga sang adik dibunuh,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan kronologis peristiwa ini. Berawal ketika pelaku yang bekerja sebagai security di BRI Unit Batangase tinggal bersama istri dan satu anaknya di wilayah Simbang. Pada Senin sore ia datang ke rumah orangtuanya untuk pamitan, sekaligus minta biaya tambahan untuk mengikuti pendidikan security di SPN Batua Makassar.
“Tersangka sengaja datang memberikan kabar ke ibunya karena akan mengikuti pendidikan security. Ia juga meminta uang tambahan ke ibunya untuk masuk pendidikan security,” jelas Amir Mahmud.
Kedatangan tersangka disambut baik ibunya. Keduanya sempat berkelakar dan berbicara panjang lebar. Tak lupa sang ibu menanyakan kondisi cucu dan menantunya di Simbang. Selanjutnya, tersangka mengutarakan rencananya untuk meminta uang.
Secara kebetulan adiknya Nur Morahman mendengar pembicaraan tersebut. Nur Morahman baru saja menyelesaikan pendidikan di Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) dan diterima di Kementerian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Udara. Rencananya, Selasa kemarin ia seharusnya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan. Bahkan sudah dibelikan tiket pesawat.
“Kakak beradik ini sama-sama lulus dan mau masuk pendidikan. Kakaknya pendidikan security di SPN Bantua, dan adiknya di Perhubungan Udara di Jakarta,” jelas Kapolsek.
Ketika dalam pembicaraan dengan ibunya disebut rencana kakaknya masuk pendidikan security, secara spontan adiknya mengeluarkan kata-kata bernada ejekan. ”Securityji,” begitu kata yang dilontarkannya.
Ternyata, ucapan sang adik membuat kakaknya emosi karena merasa direndahkan oleh adiknya. Apalagi adiknya lulus di Perhubungan Udara dan juga mau berangkat pendidikan.
Tersangka yang sudah kalap langsung mengambil pisau dapur dan menyerang adiknya dengan membabi buta. Tiga tusukan bersarang di tubuh korban.
“Tersangka menyerang adiknya secara membabi buta karena sudah kalap dipandang enteng adiknya yang mengatakan securityji,” jelas Amir Mahmud.
Usai menikam, tersangka berupaya kabur, namun berhasil diamankan. Selanjutnya ia langsung dibawa ke Mapolres Maros untuk menjalani proses hukum. Sementara adiknya yang sudah bersimbah darah langsung dieavakuasi ke RSUD Salewangan guna mendapatkan pertolongan.
Namun Tuhan berkehendak lain. Korban akhirnya meninggal sesaat setelah tiba di ruang UGD RS.
Terpisah, Kepala Divisi Pengembangan Karakter ATKP Makassar Syahrir yang dihubungi BKM, kemarin mengatakan, selama menempuh pendidikan sebagai taruna ATKP, korban dikenal penyabar dan taat beribadah. ”Untuk pendidikan formal, korban dikenal para instruktur sebagai anak yang cerdas dan memiliki indeks prestasi yang sangat baik,” jelas Syahrir.
Diakui Syahrir, selama menjadi taruna, tak satupun pengasuh atau instruktur yang tidak mengenal korban. Bahkan pada setiap kegiatan, Nur Morahman selalu menjadi bintang sehingga sangat dikenal para pengasuh.
”Makanya kami sangat kaget mendengar korban meninggal dunia. Kami atas nama keluarga besar ATKP sangat terpukul, karena alumni kami itu kami yakini mampu membawa nama baik ATKP di masa mendatang,” kata Syahrir. (ari/rus/b)
Dibilangi Securityji, Kakak Bunuh Adik
×

