MAKASSAR, BKM — Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar Ibrahim Saleh dijadwakan melakukan video conference dengan Presiden Joko Widodo. Ia yang mewakili Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto rencananya akan melaporkan sampah yang berhasil dikumpulkan pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016, Minggu (21/2) besok.
Selain video conference, berbagai kegiatan juga akan dilaksanakan, yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari. Diantaranya kerja bakti, gerak jalan LISA serta lauching kantong plastik berbayar, bank sampah digital serta gerakan tiga jari.
“Untuk kerja bakti akbar akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder. Sampah yang terkumpul dari kerja bakti ini akan dilaporkan kepada Bapak Presiden melalui video conference,” kata Ibrahim Saleh, Jumat (19/2).
Disebutkan Ibe –sapaan akrab Sekkot–, tahun ini Makassar terpilih menjadi tuan rumah HPSN tingkat nasional. Salah satu alasannya, karena kota ini telah mendapatkan Adipura dan dinilai telah berhasil mengelola sampah dengan membentuk bank sampah.
Direktur Yayasan Peduli Negeri (YPN) Saharuddin Ridwan, mengklaim program Bank Sampah telah berhasil mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang. ”Tahun lalu penurunannya mencapai 20 persen,” ujarnya melalui telepon selular, kemarin.
Penurunan volume sampah sebanyak 700 ton tahun lalu, menurut Sahar, ditopang dengan keberadaan 150 unit bank sampah yang aktif. Karena itu, ia mendorong Pemkot Makassar untuk terus memacu program bank sampah, terutama di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dia menganalogikan, jika bank sampah saat ini hanya berjumlah 150 unit yang aktif dari 974 RW dan berhasil mengurangi volume sampah hingga 20 persen, bagaimana kalau seluruh RW memilikinya. Otomatis kota ini sangat berpotensi bebas dari sampah.
Khusus perputaran uang di bank sampah tahun lalu, Sahar menyebut angka Rp600 juta. Artinya, bank sampah tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar Abdul Azis Hasan, mengatakan kerja bakti akbar ini melibatkan seluruh jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan. Mereka akan melakukan aksi bersih-bersih bersama seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Disebutkan Azis Hasan, saat ini produksi sampah masyarakat Kota Makassar mencapai 800 ton per hari. Dengan ditunjuknya Makassar sebagai tuan tumah HPSN, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Untuk volume sampah di tiap kecamatan, Azis Hasan mengaku belum mengetahui secara pasti. Saat ini pihaknya baru akan membuat perencanaan dan program kebersihan di tiap-tiap kecamatan guna mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya.
”Mungkin tahun depan kita sudah bisa mengetahui produksi sampah di tiap kecamatan, setelah perencanaan berjalan tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu, sedikitnya 1.000 orang akan membanjiri kerja bakti akbar yang dilaksanakan di Kecamatan Tallo, besok. Mereka merupakan perwakilan dari masing-masing kelurahan yang ada di wilayah ini.
Camat Tallo Zainal Andi Takko, kemarin menjelaskan, dalam kerja bakti akbar ini akan dijabarkan program LISA (Lihat Sampah Ambil). Sebelumnya, akan dilakukan senam bersama.
”Kita LISA disini.Tapi sebelum itu, kita senam dulu mulai jam enam,” jelasnya. (arf-man/rus/b)
Sampah Hasil HPSN Dilapor ke Jokowi
Kantong Plastik Berbayar Dilaunching Besok
×

