pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Edede… Terminal Mallengkeri Kumuh

MAKASSAR, BKM–Kondisi Terminal Angkutan Darat Mallengkeri terlihat kumuh dan seakan tak lagi tersentuh pembangunan. Apalagi, musim penghujan seperti ini keadaan dalam terminal terlihat bertambah kumuh.

Kondisi jalan masuk dan keluar di terminal terlihat berlobang dan mirip kubangan kerbau.
Selain jalan yang rusak, tempat duduk penumpang ibarat lods pedagang ikan di dalam pasar tradisional yang begitu kotor dan jorok, termasuk wc-nya. Gedungnya pun terlihat plafonnya sudah rapuh, bocor, atapnya pun semrawut.
Sejumlah pengguna jalan, utamanya sopir mobil penumpang yang setiap hari keluar masuk terminal sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut.
Mereka mempertanyakan pungutan retribusi dikemanakan sampai-sampai jalan tersebut belum diperbaiki.
“Kita menyayangkan kondisi terminal seperti kubangan kerbau. Jalan rusak juga bisa merusak onderdil kendaraan,” ujar Rahman, pemilik mobil angkutan yang kerapkali mangkal di depan Terminal Malenggkeri, Selasa (23/2).
Bukan hanya sopir yang mengeluhkan kondisi terminal, para pengguna Terminal Mallengkeri, Kota Makassar juga mengeluhkan tidak adanya perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap kondisi terminal yang sangat tidak terawat yang menimbulkan kesan kumuh.
“Saya sangat menyayangkan kondisi terminal saat ini. Kita para penumpang tidak mungkin mau masuk kedalam terminal yang terlihat jorok dan kumuh. Lebih baik, tunggu mobil diluar terminal,” ujar Anti warga Bulukumba ini.
Calon penumpang yang akan ke Selayar, Ridwan, juga memilih menunggu mobil di luar terminal. Dia-pun pastikan terminal akan sepi.
“Jelas sepi, karena penumpang memilih diluar, tidak masuk terminal,” katanya.
Bahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar juga mengaku sangat sedih melihat kondisi didalam Terminal yang terkesan kurang perhatian.
Humas Dishub Makassar, Azis Sila mengatakan, kondisi didalam terminal Mallengkeri yang kebetulan satu lokasi dengan kantor Dishub Makassar sudah beberapa tahun sangat memprihatinkan. Fasilitas ruang tunggu seperti kursi, WC umum yang minim membuat warga atau penumpang yang masuk didalam terminal merasa kurang nyaman.
Selain itu, kondisi jalan didalam terminal yang berlubang membuat terminal Mallengkeri sering digenangi air ditiap musim hujan dan menjadi berdebu ketika musim kemarau.
“Kondisi didalam terminal Mallengkeri sudah lama seperti itu, belum ada upaya akan ada pembenahaan dari pihak terkait,” ujar Azis, kemarin.
Menurutnya, kondisi didalam terminal dengan minimnya fasilitas ruang tunggu, WC umum dan ditambah jalan berlubang membuat penumpang enggan masuk ke dalam terminal dengan alasan kurang nyaman.
Dia berharap, PD Terminal dapat memberikan perhatian khususnya untuk fasilitas penumpang dan sarana di dalam terminal. Sehingga, para penumpang dan sopir dapat lebih nyaman atau betah berada didalam terminal.
“Untuk menghindari adanya Terminal bayangan, Dishub Makassar terus melakukan tindakan tegas. Tetapi kami juga sangat berharap PD Terminal bisa lebih perhatikan kondisi terminal yang ada,” tambahnya.
Menyikapi hal itu, Direktur Utama PD Terminal Makassar Metro, Hakim Syahrani, menegaskan, akan melakukan pembenahan Terminal Mallengkeri.
Hal itu akan diupayakan secara maksimal tahun ini.
“Iya kondisi terminal memang sangat memprihatinkan dan tahun ini kita akan benahi lebih baik lagi. Saat ini kita sudah melakukan perbaikan kondisi secara bertahap. Seperti pembenahan kios, jalan (melakukan penimbunan),” terang Hakin.
Diakui Hakim, pembenahan dilakukan tidak dapat secara menyeluruh karena terkendala ketersediaan anggaran.
“Kita mengelola anggaran secara mandiri, tidak ada bantuan. Meski demikian kita tetap tidak tinggal diam. Beberapa upaya yang dilakukan agar fungsi terminal berjalan normal melalui penyesuaian tarif, pendapatan baik yang bersumber dari peron, jasa angkutan keluar masuk kendaraan maupun pengelolaan sarana kios,” kata Hakim.
Sejak dilakukan pembenahan kata Hakim, pendapatan di Terminal Mallengkeri meningkat dua kali lipat bahkan lebih. Itu dapat dilihat dari pendapatan yang sebelumnya Rp1 jutaan perhari, kini menjadi Rp3 jutaan lebih.
“Itu dah termasuk penyesuaian tarif kios dari Rp 50 ribu menjadi Rp350 ribu. Dari pendapatan inilah yang dimanfaatkan membenahi terminal secara bertahap. Estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp5 milliar,” terang Hakim.
Hakim juga mengungkapkan, aktivitas kendaraan di terminal ini terdiri dari kemdaraan angkot pete pete warna merah yang terdaftar sebanyak 600 unit dan keluar masuk 275 unit. Selain itu kendaraan panter yang sejenis sebanyak 246 yang terdaftar yang leluar masuk 175. Sementara jumlah kios 55 antara lain 29 dibangun pemkot dan 18 koperasi dan 8 dibangun mandiri.
“Untuk wujudkan harapan Terminal Mallengkeri lebih baik, kita juga berusaha mencari investor yang akan meminjamkan dana atau meminta bantuan melalui dana hibah dari pemerintah. Insya Allah pak wali bersedia,” tutur Hakim.
Sejak menahkodai PD Terminal, terminal Mallengkeri yang berdiri 1976, baru kali ini dilakukan pembenahan sarana di terminal.(arf-ucu/b)



×


Edede… Terminal Mallengkeri Kumuh

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar