pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pariwisata Sulsel tak Diperhitungkan

MAKASSAR, BKM — Sektor pariwisata Sulsel ternyata belum diperhitungkan di skala nasional. Pasalnya, tak satupun, destinasi pariwisata di Sulsel yang masuk 10 lokasi prioritas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Padahal, diberbagai kesempatan, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo selalu menggembar-gemborkan dan mempromosikan keindahan objek wisata di Sulsel terbaik kedua setelah Bali. Karena persoalan itu, Syahrul berjanji akan melakulan evaluasi terhadap sektor pariwisata di Sulsel ini.
“Mungkin ada yang harus dievaluasi di Disbudpar Sulsel,” kata Syahrul, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 23 Februari.
Sementara itu, Kepala Bagian Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, Devo Khadafi mengaku, tidak masuknya Sulsel dalam 10 KSPN akan menjadi motivasi untuk membenahi sarana dan prasarana destinasi wisata.
Untuk membenahi sarana dan prasarana pariwisata ini, Devo akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata kabupaten/kota di Sulsel. Ia berharap pembenahan sarana dan prasarana di destinasi wisata ini mendapat dukungan penuh dari kepala daerah kabupaten/kota.
“Sedih juga sih, tetapi kita harus melihat ini sebagai tantangan sekaligus motivasi. Awal bulan Maret ini, kami akan melakukan pertemuan dengan Dinas Pariwisata kabupaten/kota, kita berharap ada komitmen dukungan dari daerah,” tambahnya.
Meski tidak masuk dalam KSPN, Devo mengatakan, perhatian Kementerian Pariwisata terhadap Sulsel cukup besar. Hal ini, lanjut dia, dapat terlihat dari agenda pariwisata Sulsel yang telah menjadi agenda nasional.
Sebelumnya, dalam kunjungan ke Kampus Poltekpar Makassar, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan 10 destinasi tersebut bisa menjadi Bali kedua. Destinasi wisata tersebut adalah Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Tanjung Lesung, Wakatobi, Yogyakarta, Belitung, Pulau Seribu, Labuan Bajo dan Gunung Bromo.
Arief Yahya mengatakan bahwa 10 destinasi wisata yang dipilih ini merupakan pengembangan tahap pertama.“Semua pasti akan kita bangun. Tetapi bagaimanapun, kita harus menggunakan prioritas dari sisi waktu, ini kita tetapkan 10 yang pertama,” tutur Arief Yahya.
Lebih lanjut, Arief Yahya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 88 KSPN. Dari 88 KSPN, terdapat 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN).Namun, 222 KPPN tersebut akan dikembangkan secara bergantian. Hingga dipilihlah 10 destinasi wisata pertama yang akan dikembangkan. (rhm/war/b)



×


Pariwisata Sulsel tak Diperhitungkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar