SINJAI, BKM — Puluhan pedagang lapak di area pameran dalam rangka menyambut hari jadi Sinjai ke 452 melayangkan protes kepada panitia pameran, Senin (22/2) kemarin.
Aksi protes dilayangkan menyusul rencana pemindahan pedagang ke dalam stand yang telah disediakan panitia.
Sementara pedagang terlanjur menempati lapak di depan panggung hiburan yang ada di area pameran. Para pedagang mengatakan rencana pemindahan mereka kedalam stand yang disiapkan panitia bisa mengurangi pendapatan mereka sehingga pedagang menolak dipindahkan.
Salah seorang pedagang Eno mengaku dirinya tidak habis pikir kenapa panitia kemudian akan memindahkan padahal rata-rata pedagang sudah membayar pada panitia dengan kisaran 250 ribu sampai 700 ribu setiap lapak.
“Kita ini pak sudah dikasi izin menempati lapak namun kemudian mau dipindahkan lagi. Panitia melanggar komitmen dan seharusnya kalau memang dilarang kenapa tidak dari awal saja,”ujar Eno.
Eno menambahkan stand yang disiapkan panitia becek. Penataannya buruk dan dikawatirkan para pembeli enggan untuk datang berbelanja bandingkan dengan lapak yang saat ini ditempati.
Pedagang lainnya H Nur bersikeras untuk tetap bertahan dilapaknya. ”Mau disuruh kasi full didalam dulu kata panitia, tapi kami mau ditempat ini saja karna kalau di dalam tempatnya tidak strategis,” jelasnya.
Panitia pameran Saifullah Ahmad mengatakan soal penolakan para pedagang akan disampaikan kepada Sekkab Sinjai selaku ketua panitia hari jadi. “Mendengar alasan dari pedagang ini ada benarnya juga tapi kami akan bicarakan dulu dan mudah-mudahan ada solusi secepatnya,”tutur Saifullah.
Sementara Sekkab Sinjai Taiyeb Mappasere kepada BKM Selasa (23/26) mengatakan persoalan pemindahan pedagang itu urusan panitia pameran. ‘Bukan urusan saya itu, coba tanya ke panitia pameran,” tegas Sekkab. (din/C)
Pedagang Proses Panitia Pameran
×

