pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Reses Dewan, Ajang Caci Maki Warga

MAKASSAR, BKM–Reses sedianya menjadi ajang bertemu legislator dengan konstituennya di setiap daerah pemilihan (Dapil). Termasuk bagaimana legislator mampu menyerap aspirasi warga di setiap dapil mereka.

Hanya saja, reses tidak akan bermanfaat jika legislator hanya menjadikan ajang “bertatap” dengan masyarakat setelah itu pulang tanpa hasil apa-apa.
Fatalnya lagi, reses biasanya hanya dijadikan ajang menumpahkan curahan hati (curhat), hingga berujung ajang caci maki oleh warga ke legislator.
Kejadian ini dirasakan langsung anggota DPRD Kota Makassar Muh Said, asal daerah pemilihan V di Kecamatan Tamalate dan Mamajang.
Muh Said mengaku caci maki dari warga sangat pedis saat dirinya menggelar reses di Tamalate, bahkan reses tersebut nyaris berujung ricuh.”banyak kata-kata yang kurang pantas menyerang kami,” ujar Muh Said, Jumat (26/2).
Kejadian yang sama, jelas Muh Said juga terulang di Kecamatan Mamajang.
“Saya tidak tahu kenapa warga disana melampiaskan kemarahannya kepada kami. Alasan warga karena ada aspirasi mereka tidak terserap dan direalisasikan pemerintah kota pada reses dan musrembang tahun lalu, “ungkapnya.
Lanjut Legislator Fraksi PBB ini menuturkan, sikap dari warga tersebut merupakan tindakan yang tidak seharusnya terjadi, mengingat sebagian legislator tidak mengetahui kalau banyak warga yang belum mengetahui soal fungsi dan tugas anggota dewan di DPRD Makassar.
“Mereka maunya aspirasi mereka wajib dipenuhi. Padahal kita ini bukan eksekutif, mereka tidak tahu kalau dewan hanya menyerap aspirasi mereka kemudian diserahkan ke eksekutif atau Pemkot Makassar,” katanya.
Muh Said menambahkan, Pemerintah Kota melakukan sosialisasi ke masyarakat soal tugas dan fungsi eksekutif dan legislatif.
“Kita harap warga memahami tugas dan fungsi anggota dewan di DPRD agar pada reses selanjutnya, para legislator tidak lagi menjadi bulan-bulanan warga karena aspirasi belum direalisasikan pemkot. Ini perlu sosialisasi dari Pemkot Makassar,” ucapnya.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar asal Dapil V, Jufri Pabe juga menegaskan, reses dengan turun audiens dengan masyarakat sudah tidak lagi efektif, sebab masih banyak aspirasi mereka yang disampaikan saat reses tahun lalu kemudian tidak terserap. Sehingga reses kali ini akan menjadi cacian ke legislator saja jika resesnya dilakukan dengan cara-cara yang lama.
“Kami di Dapil V lebih memilih untuk reses dengan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kita menanyakan apa kendala mengapa berbagai masalah masyarakat dilapangan belum juga terpecahkan, “tuturnya.
Apalagi menurutnya, pengalaman reses setahun periode dewan keluhan masyarakat hanya monoton dan itu-itu saja, sehingga meskipun dewan turun akan sia-sia saja.
Sekadar diketahui, terdapat 11 legislator yang berasal dari Dapil V Makassar yakni Indira Mulyasari Paramastuti (NasDem), Yeni Rahman (PKS), Andi Vivin Sukmasari (PDIP), Andi Nurman (Golkar), Mustafa Alwi (Gerindra),Susuman Halim (Demokrat), Hasanuddin Leo (PAN), Busranuddin Baso Tika (PPP), Shinta Mashita Molina (Hanura), Muh Said (PBB) dan Arifin Dg Kulle (PKPI).(ita/b)



×


Reses Dewan, Ajang Caci Maki Warga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar