MAROS, BKM — Seorang balita asal Desa Bonto Ramba, Kecamatan Mandai Kabupaten Maros bernama Feliza berusia 1 tahun dua bulan terbaling lemas di
ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Salewangang Maros.
Dia terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami gizi buruk. Bungsu dari enam bersaudara ini di bawa ke rumah sakit oleh tetangganya, Sitti Rabiul Awal yang prihatin dengan kondisi balita tersebut. Pasalnya kedua orang tua Feliza yang telah berpisah membuat ibunya Risnawati (28) terpaksa harus bekerja dan meninggalkan Feliza di rumah bersama dua saudaranya yang masih berusia 12 tahun. Selain itu, Feliza juga ditinggal di rumah bersama neneknya yang dalam kondisi sakit.
“Feliza tujuh bersaudara, tapi yang tinggal serumah hanya berenam. Mereka tinggal bersama neneknya. Tapi neneknya juga sakit. Makanya karena prihatin, saya membawa mereka semua ke rumah sakit. Saya dibantu aparat kepolisian. Saya lapor ke polisi. Semua anak sempat dirawat di rumah sakit. Tapi lima diantaranya sudah keluar karena kondisinya membaik. Tapi Feliza dan neneknya tetap menjalani perawatan karena kondisinya cukup parah saat kami temui, ” kata Sitti Rabiul Awal kepada wartawan, Rabu (2/3).
Sitti membeberkan kalau Feliza bersama dua saudaranya ditinggal dalam kondisi kelaparan. Meski begitu, nenek dan cucunya memilih untuk tetap tinggal di dalam rumah.
“Ibunya pergi tanpa menyimpan makanan dan hanya meninggalkan uang Rp10 ribu untuk anak-anaknya. Dia pergi sudah beberapa hari lalu. Kasihan anaknya terpaksa menjual bukunya untuk membeli mie instan, karena uang dari mamanya sudah habis,” tambahnya.
Sementara itu, Risnawati yang ditemui di RSUD Salewangang mengatakan, dia sama sekali tidak bermaksud menelantarkan anaknya. Dia pergi dalam waktu lama karena ingin berhemat. Gajinya sebagai buruh loundry hanya Rp20.000 perhari. Dia merasa jumlah itu tidak mencukupi kehidupannya.
“Saya ke Makassar empat hari lalu dan bekerja sebagai tukang cuci di laundry. Saya kaget waktu pulang anak-anakku tidak ada. Saya pusing mencari mereka, dan terakhirpi baru ada yang kabarika kalau mereka di rumah sakit,” tuturnya sambil menangis.
Dia mengaku, saat meninggalkan rumahnya, kondisi kesehatan anak dan ibunya masih sehat. Makanya Risnawati sempat kaget mengetahui anaknya dirawat di rumah sakit. Risnawati mengaku kalau dia tak lagi mampu membelikan susu untuk Feliza, dan menggantinya dengan teh.
Sementara, salah seorang dokter di IGD RSUD Salewangang, dr Fatmawati mengatakan, saat masuk di IGD Salewangang kondisi Feliza sangat memprihatinkan dan dehidrasi. Berat badannya yang dibawah normal bayi seusianya membuat dokter mendiagnosanya penderita gizi buruk.
“Bila dijabarkan dalam angka, kondisi Feliza saat kemarin kesini berada diangka 3. Karena matanya terus tertutup dan tidak ada respon ketika disentuh. Tapi Alhamdulillah perawatan sehari ini membuat kondisinya perlahan membaik. Saat disentuh sudah ada respon,” jelasnya.
Saat ini, kata Fatmawati berat badan Feliza hanya 5 Kg. Dengan usianya saat ini seharusnya berat badannya minimal 7,2 Kg. Untuk memperbaiki gizi Feliza kata Fatma membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun saat ini yang difokuskan dulu hanyalah bagaimana kondisi Feliza mulai membaik. Soal perbaikan gizinya itu bisa berjalan.
“Seharusnya usia bayi sekitar 1,2 tahun itu memiliki berat badan minimal 7,2 kg, dan ideal 10 kg. Sementara Feliza berat badannya hanya 5 kg. Saat ini kondisinya sangat parah, makanya kita fokus dulu memulihkan kesehatannya, kemudian memperbaiki gizinya. Itu akan memakan waktu lama,” ungkapnya. (ari-ril)
Ditinggal Tanpa Makan, Balita Nyaris Tewas
×

