pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

41 Pemuda-Pemudi Ditangkap, Ibunya Nangis di Polsek

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 41 pemuda yang hendak berpesta minum minuman keras (miras) dibekuk aparat Polsek Tallo. Mereka diamankan saat polisi menggelar operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di Jalan Teuku Umar, Sabtu malam (5/2) sekitar pukul 22.00 Wita.
Beberapa dari mereka yang diciduk itu adalah wanita. Sementara yang laki-laki, sebagian diantaranya masih di bawah umur.
Selain itu, dari lokasi polisi juga menyita sebuah busur serta lima unit sepeda motor. Bersama barang buktinya, puluhan orang itu kemudian digelandang ke Mapolsek Tallo.
Dihadapan polisi, salah seorang berinisial D mengaku hadir di lokasi tersebut sekadar turut ramai. ”Saya hanya dudukja, Pak. Cuma nyanyi-nyanyi sambil main gitar dan cerita-cerita,” ujarnya.
Meski begitu, D dan teman-temannya tetap diinterogasi petugas. Satu persatu mereka ditanyai oleh polisi. Alhasil, terkuak jika di antara mereka yang diamankan itu berinisial Z, mengaku pernah melakukan aksi pencurian kendaraan motor (curanmor).
Lantaran aksi kumpul-kumpul pemuda dan pemudi tersebut diwarnai pesta miras dan meresahkan warga, orang tua mereka kemudian dipanggil ke kantor polisi. Aula Mapolsek Tallo langsung dipenuhi para orang tua yang adanya terjaring razia.
Sebagian dari para orang tua itu tak sanggup menahan tangisnya, setelah mengetahui anaknya ditangkap polisi. Mereka tidak tahu menahu kenapa anaknya terjaring razia.
”Tidak kutauki apa salahnya anakku sampai ditangkap. Saya hanya disuruh datang ke kantor polisi,” ujar Nuraeni, ibu dari salah seorang pemuda yang tertangkap, sambil menangis.
Setelah petugas Polsek Tallo memberi penjelasan, barulah para orang tua itu tahu alasan penangkapan anak-anak mereka. ”Janganmaki menangis, Bu. Dengar saja apa penyampaian Pak Kapolsek, agar kita tahu apa salahnya anakta,” kata Kanit Reskrim Polsek Tallo, AKP Andi Huseng mencoba menenangkan ibu-ibu yang tengah menangis.
Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto,SIK didampingi Wakapolsek, AKP Sattu Salisi dalam penjelasannya, mengatakan pihaknya sengaja melakukan pemanggilan secara langsung kepada para orang tua yang anaknya diamankan dalam operasi cipta kondisi, sebagai upaya mewujudkan Kamtibmas di wilayah Tallo tetap kondusif.
”Saya secara langsung memanggil bapak dan ibu ke kantor polisi, agar mengetahui apa yang dilakukan anak-anaknya ketika lepas kontrol dari orang tua. Mereka berpesta miras. Apa yang mereka lakukan sangat meresahkan warga,” jelas Henki.
Menurut Kapolsek, peran orang tua sangat diharapkan dalam menjaga anak-anaknya. Sebab dalam waktu 1×24 jam, anak-anak hanya beberapa jam berada di rumah dan mendapat pengawasan orang tua. Sementara jika mereka berada di luar dan bergaul dengan temannya, apalagi teman yang merupakan pelaku premanisme, tentu akan membawa pengaruh buruk.
”Menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan generasi bangsa dan generasi pelanjut yang baik. Karena itu perlu dilakukan pengawasan sesuai dengan psikologi anak. Tidak dengan cara-cara kekerasan. Mereka perlu diberi arahan sesuai karakter yang ia miliki, agar terhindar dari premanisme,” ujar Henki.
Dijelaskan pula, bahwa dari puluhan orang yang terjaring operasi, saat diinterogasi, ada diantaranya yang mengaku terlibat kasus curanmor. ”Bagaimana dengan peristiwa seperti ini? Apa yang kami dapatkan ini tentu akan diproses secara hukum,” tandasnya.
Salah seorang bapak yang anaknya terjaring operasi, Yusuf berterima kasih kepada polisi karena menyelamatkan anaknya dari perbuatan yang mengarah pada tindak kriminal. Diapun berjanji akan mengawasi anaknya sekembalinya ke rumah. (ish-jul/rus)



×


41 Pemuda-Pemudi Ditangkap, Ibunya Nangis di Polsek

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar