MAKASSAR, BKM — Median jalan di jembatan Tello akhirnya dibongkar. Pembongkaran yang bertujuan mempermudah petugas mengatur lalulintas dengan sistem buka tutup ini, merupakan hasil rapat yang dilaksanakan di ruang kerja Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang pekan lalu.
Sabtu (5/3) malam, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI mulai membongkar sebagian median jalan tersebut. “Ya, kita sudah membongkar sebagian medan jalan di jembatan Tello, Sabtu malam,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) BBPJN VI, Rahman Jamil kepada BKM, Minggu (6/3).
Sebagian median jalan lagi, kata Rahman, dibongkar Minggu malam. “Sengaja kita melakukan pembongkaran median jalan malam hari agar tidak mengganggu arus lalulintas,” ujarnya.
Selanjutnya, setelah median jalan dibongkar, instansi terkait sudah bisa melakukan rekayasa lalulintas di sana. Tergantung kebutuhan.
Khusus reklame yang terpampang di tengah median jalan, Rahman menegaskan harus dibongkar karena bisa mengganggu arus lalulintas. Namun teknis pembongkaran akan diserahkan ke Pemerintah Kota Makassar.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang membenarkan jika median jalan sudah dibongkar. “Balai Besar sudah laporkan jika median jalan sudah dibongkar,” jelasnya.
Dia berharap, setelah pembongkaran itu, arus lalulintas di jembatan Tello bisa sedikit lancar. Apalagi nantinya pengendara bermotor, rencananya akan dikanalisasi alias dibuatkan jalan sendiri.
Lebih jauh, Wakil Gubernur juga mengatakan, khusus untuk simpang lima tol bandara yang dalam waktu dekat akan ditutup, dia berharap pengendara jalan yang melintas bisa sedikit bersabar. Karena perlambatan kendaraan akan lebih terasa akibat jalan utama akan ditutup.
Dia meminta jalan samping yang dibuat bisa lebih maksimal digunakan. Untuk itu, Pemerintah Kota Makassar diminta untuk menertibkan semua hal yang bisa mengganggu arus lalulintas. Termasuk aktifitas sejumlah pedagang di depan Pasar Mandai yang kembali berjualan. Padahal area tersebut sudah dibebaskan. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang dihubungi, kemarin sore berjanji segera menurunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan aktivitas pasar yang dinilai menganggu proyek pembangunan underpass simpang lima Bandara Sultan Hasunaddin.
”Kita sementara mengerahkan Satpol PP untuk menertibkan pasar yang ada di sekitar simpang lima. Karena para pedagang di situ memang sudah semestinya ditertibkan,” tegas Danny, Minggu (6/3).
Menurutnya, simpang lima bandara merupakan akses jalan nasional yang ramai dilalui. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penertiban dan memindahkan para pedagang ke tempat yang aman dan nyaman, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.
Kepal Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar, Iman Hud mengaku telah siap melakukan penertiban pedagang yang berjualan di Padar Mandai. Menurutnya, penertiban pedagang di pasar tersebut telah dilakukan oleh personel Satpol PP Kota Makassar yang ditempatkan di kantor Kecamatan Biringkanayya.
“Itu kemarin sudah ditertibkan oleh Satpol PP Makassar yang bertugas di kantor kecamatan. Jumlah mereka lima orang, dibantu pihak kecamatan, seperti Punggawata,” jelas Iman Hud.
Hanya saja, karena jumlah personel yang terbatas, Satpol PP yang bertugas di kecamatan itu agak kesulitan melakukan penertiban para pedagang. Untuki itu, Iman bertegas akan menerjunkan lebih banyak lagi personel ke lokasi tersebut.
”Kalau kecamatan memasukan laporan kepada kami untuk menertibkan pedagang di sana, kami siap,” tandasnya. (rhm-arf/rus)
Median Jalan Jembatan Tello Dibongkar
×

