MAKASSAR, BKM– Warga pengguna jalan di Kota Makassar hanya bisa pasrah melihat truk enam roda yang bermuatan material lebih lalu lalang di dalam kota.
Harapan warga selama ini ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar ternyata hanya sia-sia belaka. Sebab Dishub Kota Makassar ternyata tak berdaya melakukan penertiban truk yang beroperasi pada siang hari.
“Pada dasarnya kami siap menertibkan truk tersebut. Hanya saja, kita terbentur pada aturan. Truk yang dilarang hanya yang melebihi tonase 8 ton atau sepuluh roda. Sementara truk enam roda belum ada aturannya,” kata Plt Dalops Dishub Kota Makassar, Muhammad Roa.
Roa menambahkan, dishub masih menunggu revisi aturan terkait truk. Kalau revisi itu sudah ada, maka dishub memiliki payung hukum untuk menertibkan truk enam roda.
“Kita pastikan truk tak ada lagi di jalan siang hari kalau revisi perda sudah ada,” katanya.
Sehari sebelumnya, warga yang berdomisili di kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Panakukang, mulai resah dengan aktifitas truk enam roda yang bermuatan lebih dari kapasitas bak truk, di Jalan Hertasing dan Landak Baru.
Mereka khawatir truk dengan muatan lebih dapat menelan korban jiwa di jalan.
“Kita sangat resah dek dari dampak aktifitas truk enam roda yang bermuatan lebih di jalan. Mereka rata-rata memuat pasir dan batu gunung, bahkan tidak ditutupi tarpal, sehingga mengganggu pandangan pengendara motor,” jelas Daeng Bija, warga Jalan Landak Baru.
Dia berharap agar aktifitas truk enam roda dan sepuluh roda yang melintasi Jalan Landak Baru untuk dihentikan. Apalagi sudah ada larangan truk beroperasi di siang hari.
“Pada awal tahun ini sudah ada korban akibat tertimpa muatan batu dari bak truk,” sebutnya.
Sama halnya yang diutarakan Solihin warga Jalan Hertasning. Dia mengatakan, setelah adanya larangan truk rembang sepuluh memasuki wilayah Kota Makassar pada siang hari, kini truk enam roda dengan kapasitas tengah lebih banyak beroperasi. Padahal, keberadaan truk enam roda tidak kalah berbahaya saat beraktifitas di jam sibuk.
“Saya sering melihat truk enam roda lalu lalang di Jalan Hertasning. Mereka memuat material lebih di dalam baknya. Itu sangat membahayakan,” kata Solihin. (ucu/war/c)
Dishub tak Berdaya Tertibkan Truk Material
×

