pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rata-rata Orang Gila Korban Narkoba

MAKASSAR, BKM — Hubungan antara mengkonsumsi narkoba, psikotropika maupun obat terlarang yang menyebabkan resiko orang menjadi gila bukanlah cerita belaka.

Dari hasil razia yang dilakukan Dinas Sosial Kota Makassar sejak Januari hingga Maret tahun ini, dari 38 orang gila yang dijaring, sekitar 30 orang gila pernah mengkonsumsi narkoba dan obat terlarang.
Bahkan, orang gila terbanyak yang berkeliaran di Kota Makassar berkelamin laki-laki, serta berusia 27 hingga 30 tahun ke atas.
Staf Dinas Sosial Kota Makassar, Burhanuddin, Jumat (11/3) mengatakan, setiap hari, Dinsos menjaring sedikitnya dua orang gila di beberapa tempat umum di Kota Makassar.
“Sejak Januari hingga Maret, kita telah menjaring sedikitnya 38 orang gila yang berkeliaran di sejumlah tempat umum di Kota Makassar. Yang dijaring kita bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jiwa Dadi untuk mendapat pengobatan atau rehabilitasi kejiwaan,” tegas Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, rata-rata orang gila yang dijaring adalah korban pemakai narkoba dan obat daftar G. Ini diketahui saat mereka sempat meminta barang haram tersebut ke petugas Dinsos.”Efek penggunaan narkoba dna obat terlarang yang ditimbulkannya memang tidak akan langsung terlihat, tetapi dalam jangka waktu yang lama efek samping dari narkoba dan obat terlarang akan membuat pecandunya menjadi gila,” jelas Bur panggilan akrabnya.
Bur juga menambahkan, orang gila yang dijaring berbagai macam model seperti tidak menggunakan baju, tidak menggunakan celana atau ada juga yang sama sekali tidak menggunakan selembar pakaian. Itu yang membuat masyarakat sangat terganggu,” kata Bur.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Yunus Said mengatakan, Dinsos Kota Makassar setiap hari melakukan operasi baik seperti anjal maupun orang gila. Khusus untuk operasi orang gila, pihak melakukan operasi pagi, sore dan malam. Bahkan tidak jarang juga pihaknya melakukan operasi di subuh hari.
“Orang gila yang terjaring oleh Dinsos Kota Makassar kemudian dibawa ke RSUD Jiwa Dadi untuk mendapatkan perawatan dan penyembuhan,” kata Yunus di ruangannya.
Menurutnya, keberadaan orang gila di Kota Makassar berada di hampir seluruh tempat umum. Untuk itu, dia berharap seluruh masyarakat agar kiranya membantu Dinsos Kota Makassar dengan memberikan informasi tentang keberadaan anjal dan orang gila yang ada disekitarnya dengan mengirim gambar melalui Media Sosial (Medsos).
“Kami harap masyarakat juga berperan mengontrol keberadaan anjal dan orang gila dengan mengirim informasi berupa tulisan maupun foto di Facebook : Dinas Sosial Kota Makassar atau di Twitter @DinsosMKS dan bisa juga melalui via telvon pelayanan Call Center 0411 448 313, dengan begitu kita dapat mengetahui dan bergerak cepat menuju tempat yang dilaporkan,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meminta Dinsos untuk aktif melakukan operasi anak jalanan, pengemis ataupun orang gila. Karena untuk dapat menjadikan Kota Makassar lebih baik, aman dan nyaman diperlukan perhatian dan penindakan terhadap mereka.
“Sudah ada pasukan Saribattang yang dibentuk oleh Dinsos Kota Makassar, dengan begitu saya harapkan Dinsos dapat lebih aktif mengatasi masalah seperti itu,” singkat Danny.
Sementara itu, Muri, staf rekap pasien Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar mengatakan, sebanyak 2.855 pasien penghuni rumah sakit. Mereka terdiri dari 2.070 pasien gangguan jiwa laki-laki, 785 pasien perempuan dari seluruh daerah se Sulsel.
Data tersebut terhitung dari awal tahun 2015 hingga akhir Februari 2016. Sementara pasien terbanyak berasal dari luar kota Makassar, diantaranya Palopo, Wajo, Bone kemudian Sidrap.
Dia menambahkan, dari sekian banyak pasien gangguan jiwa, beberapa pasien sudah ada yang bisa dirawat oleh pihak keluarga, namun sangat disayangkan karena pihak keluarga terkadang ingin pasien betul betul bebas dari gangguan jiwa barulah mereka menjemputnya.
“Sudah ada beberapa pasien yang sudah bisa diberi terapi di luar, bagaimana caranya bisa kembali bersosialisasi di tengah masyarakat, namun terkadang keluarga ingin pasien betul-betul sehat. Padahal pasien akan lebih cepat sembuh bila diterapi langsung oleh keluarga,” ujar Muri.(arf-jun/war)



×


Rata-rata Orang Gila Korban Narkoba

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar