MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan mempertahankan Piala Adipura yang telah diperoleh tahun 2015 lalu. Salah satu cara mempertahankan Piala Adipura dengan fokus melakukan perbaikan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamanggapa, Antang.
Selain itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto telah menginstruksikan ke seluruh pemerintah setempat yakni camat, lurah, RT/RW maupun masyarakat untuk menjaga kebersihan dilingkungannya.
Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh, Senin (14/3) mengatakan, saat ini pemkot telah melakukan berbagai persiapan untuk penilaian Adipura. Bahkan jauh sebelum penilaian, wali kota terus menekankan untuk menjaga kebersihan di Makassar agar mempertahankan dan kembali meraih Piala Adipura yang ke sekian kalinya.
“Kita melakukan aksi menjaga kebersihan dengan cara mendatangi seluruh kantor kecamatan di Makassar untuk mengontrol kebersihan di wilayahnya. Kami juga menyisir sekolah sekolah di Makassar untuk menekankan kepada pihak sekolah untuk senantiasa menjaga kebersihan sekolahnya,” ujar Ibe sapaan akrabnya.
Menurutnya, penilaian Adipura kali ini dilakukan secara bersamaan atau digabung dengan P1 dan P2 sekaligus, sehingga Pemkot Makassar memilih untuk fokuskan kebersihan dan penataan di TPA Antang dengan menerjunkan tim yang telah dibentuk.
“Kita pusatkan dulu ke TPA Antang, karena sekarang ini Makassar masih diguyur hujan. Apalagi lokasi di TPA Antang setiap musim hujan kondisinya sangat memprihatinkan, jadi kita fokuskan di TPA Antang dengan melibatkan Zeni Tempur (Zipur) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk memulihkan kondisi di TPA Antang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menegaskan akan melibatkan Zipur TNI AD dalam memulihkan kondisi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggapan, Antang yang kian hari semakin buruk.
Sekaligus membuktikan jika wacana Wali Kota Makassar yang ingin membuat TPA bintang lima bukan hanya sekadar janji belaka.
“Kita libatkan TNI dalam memulihkan kembali TPA Antang seperti kondisi semula saat kita meraih Adipura, dan TNI juga dilibatkan bukan dalam rangka pembangunan tetapi lebih pada penataan,” ujar Danny.
Komandan Kodim (Dandim) 1408 Letkol Jefry Oktavian Rotty mengaku saat ini telah menyiapkan satu batalyon personil Zipur. Pihaknya siap bermitra dengan Pemerintah kota Makassar sebagaimana yang menjadi keinginan wali kota menjadikan Kota Makassar lebih baik.
Terpisah, aktivis lingkungan Kota Makassar dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menegaskan perlunya penegakkan peraturan kebersihan dan ruang terbuka hijau ketimbang mempersoalkan Piala Adipura.
Banyaknya pembangunan yang berkembang tanpa diimbangi dengan ruang terbuka hijau membuat Makassar bertambah sesak, belum lagi prilaku masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan ditambah wilayah tempat pembuangan sampah yang semakin sempit dan menumpuk membuat Makassar harus berbenah.
“Ada beberapa wilayah yang tidak representatif lagi yang keindahan dan kebersihannya sangat memprihatinkan yang mungkin jadi penilaian buruk untuk meraih piala,” kata Anwar Lasapa, aktivis Lingkungan, Senin (14/3).
Lanjut, Anwar pemerintah sekarang harus memrioritaskan ruang terbuka hijau, terlebih lagi RTH di Makassar sangat minin bahkan sejumlah lahan telah dikormersilkan.
Hal senada dikatakan, anggota Komisi A DPRD Makassar Susuman Sugali. Menurut Sugali, janganlah dulu berkata ingin mempertahankan Piala Adipura, sebelum mainseat masyarakat untuk merubah prilakunya dari kotor menjadi bersih bisa diubah.(arf-ita/war)
Pertahankan Adipura, Pemkot Fokus TPA
×

