pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Di Lumbung Padi, Bayi Meninggal karena Gizi Buruk

SIDRAP, BKM — Malang nian nasib Nurhidayah. Bocah perempuan berusia satu tahun ini mengembuskan nafasnya yang terakhir, diduga karena mengalami gizi buruk, di daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi.
Bayi warga Dusun Toddang Bojo, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap ini meninggal dunia, Senin (14/3). Bobot tubuhnya hanya 4 kg.
Pengakuan I Masi, tante bocah malang itu, sebelum akhirnya meninggal dunia, Nurhidayah sempat jatuh sakit selama kurang lebih empat bulan lamanya. Sebelumnya, Nurhidayah tinggal bersama kedua orang tuanya di Kalimantan.
“Kemungkinan ada masalah keluarga disana, sehingga ibunya, Suarti memutuskan untuk pulang ke Sidrap. Berhubung ia sudah tak punya rumah di Sidrap, terpaksa mereka menumpang tidur di gubuk kami ini,” tutur I Masi menceritakan nasib korban, Selasa (15/3).
Sementara ibunda Nurhidayah, Suarti terlihat hanya pasrah atas kepergiaan putri kesayangannya itu. Ia mengaku telah berjuang keras untuk menyembuhkan putrinya. “Saya sudah berbuat maksimal untuk putri saya, tetapi Tuhan berkehendak lain,” ujar Suarti.
Selama menumpang di rumah I Masi, tepatnya di pembuatan batubata di Dusun Toddang Bojo, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap itu, Suarti mengaku terpaksa membantu I Masi dan suaminya membuat batubata.
Dalam sehari, Suarti mengaku hanya bisa mendapatkan upah sebanyak Rp50 ribu. “Itupun kalau batubatanya laku terjual sebanyak 5.000 buah. Keuntungan yang didapatkan hanya Rp100 per satu batu merah,” aku Suarti.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidrap, Mu’minah membantah Nurhidayah terkena gizi buruk. “Belum dikatakan gizi buruk. Tetapi memang dia (Nurhidayah) sudah kelihatan kurus. Selama ini pemerintah sudah memberikan perhatian ke dia,” kilah Mu’minah.
Dijelaskan Mu’minah, sebelum jatuh sakit, Nurhidayah sempat mendapatkan pelayanan di Puskesmas Lawawoi dan Puskesmas Pangkajene. “Petugas gizi kami di dua puskesmas itu bahkan sempat memberinya obat. Termasuk pemberian bantuan asupan tambahan gizi,” jelasnya.
Kejadian yang cukup memiriskan ini langsung mendapat reaksi dari anggota Komisi E DPRD Sulsel, Sri Rahmi. Kepada BKM, Selasa (15/3), legislator provinsi ini menjelaskan, jika mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan pemerintah, maka seharusnya tidak ada lagi anak yang menderita gizi buruk.
”Selama ini sudah banyak program dalam rangka mendukung kesejahteraan anak. Diantanranya program keluarga harapan. Itu ada pendampingnya,” ujar Sri Rahmi.
Politisi PKS Sulsel ini memberi pengecualian jika orang tua si anak tidak sadar, atau tidak melaksanakan program tersebut atau bahkan mengabaikan, seperti dana tersebut dibelikan rokok daripada membeli susu.
Untuk itu, mantan anggota DPRD Makassar ini meninta agar masalah tersebut harus dikroscek dulu di lapangan, untuk mengetahui siapa tahu ada penyakitnya, atau penyakit bawaan sejak lahir. (ady/rus/b)



×


Di Lumbung Padi, Bayi Meninggal karena Gizi Buruk

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar