pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pekerjaan Berat Jika Bus Mogok di Daerah

Suka Duka Kasboti, Sopir Bus Pegawai Pemkot Makassar (2-Habis)

PERJALANAN Kasboti memang tidak selamanya beruntung. Di saat orang masih terlelap tidur di subuh hari, Kasboti harus rela memperbaiki mesin bus yang mogok. Dan itu dia lakukan jika membawa rombongan pegawai maupun tamu dari Pemerintah Kota Makassar hingga ke luar provinsi.

Laporan: ARIEF AL QADRY

Seperti halnya di Kota Palu, kenang Kasboti. Di daerah itu, mobil bus yang dia kendalikan mogok di tengah hamparan sawah, sehingga mau tak mau turun memperbaiki mesin mobil yang rusak.
Apalagi, terang Kasboti, sejak 22 tahun membawa mobil milik Pemkot Makassar, berbagai karakter tamu dia jumpai. Ada yang sering marah-marah, ada juga yang baik membantu Kasboti memperbaiki bus serta adapula yang acuh tak acuh.
“Sudah banyak watak dan karakter tamu yang saya jumpai. Termasuk karakter dari adik-adik mahasiswa yang menggunakan jasa bus pemkot ke daerah. Ada yang marah, adapula yang membantu memperbaiki mesin bus jika mogok,” kenang Kasboti.
Payahnya lagi, ujar Kasboti, setelah mesin di kotak katik berjam jam tidak juga bunyi, dia harus menumpang mobil angkutan untuk menuju ke kota Palu dengan harapan bisa mendapat alat yang dibutuhkan untuk mobil bus tersebut.
“Waktu saya pergi beli alat, saya tinggalkan mahasiswa di mobil. Karena kalau mereka juga ikut biaya sewa mobil bertambah,” katanya.
Selain duka, Kasboti juga banyak mendapatkan suka. Termasuk jika dia dipanggil makan oleh tamu, otomatis uang makan yang dia terima dari pemkot tidak jadi digunakan.”Saya bersyukur jika ada tamu berbaik hati mengajak saya makan. Jadi uang makanku saya simpan untuk uang jajan anak-anak saya di rumah nanti,” katanya.
Kasboti yang bermukim di Jalan Nipa-nipa, Antang, Kecamatan Manggala ini, mulai meninggalkan rumah
pukul 06:00 Wita menuju ke kantor PKK yang berada di Jalan Toddopuli.
Setiap pagi,dia menyempatkan diri untuk mengambil mobil dan menerima laporan dimana dia akan ditugaskan untuk mengantar penumpang. Tetapi sebelum berangkat, dia terlebih dulu membersihkan mobil yang akan digunakan agar penumpang lebih merasa nyaman dan aman berada di dalam mobil.
Setelah mendapat perintah atau tugas, dia kemudian berjalan menuju ke lokasi yang dituju untuk menjemput dan mengantar tamu atau pejabat yang ingin menggunakan jasanya. Meskipun daerah yang akan dituju terbilang cukup jauh dan memakan waktu berhari-hari, dia mengaku tetap ikhlas dan setia mengantar tamu atau pejabat.
“Saya ikhlas mengantar para tamu atau pejabat yang mau diantar karena itu memang sudah tugas saya. Kalaupun Pemkot Makassar ingin menaikkan gaji para sopir, kami pasti merasa lebih senang dan tetap berharap seperti itu,” ujarnya.
Upah yang dia dapat diakunya terbilang cukup banyak. Apalagi sering mendapat tip atau uang dari tamu yang sudah diantar. Uang yang dia dapatkan digunakan untuk biaya sekolah dan tabungan masa depan anaknya.
Sebelum menjadi sopir pegawai, dia pernah mengabdi menjadi sopir di Kecamatan Tallo pada tahun 1994. Setiap hari dia mengantar camat atau menjemput camat untuk melakukan aktifitasnya. Hanya beberapa lama, dia kemudian ditempatkan untuk menjadi sopir pribadi Camat Mariso.
“Sejak tahun 1994 saya sudah mulai bekerja sebagai sopir untuk mengantar pejabat. Awalnya saya bekerja sebagai sopir mengantar jemput camat Tallo selama dua tahun. Hanya beberapa tahun, saya kemudian ditempatkan untuk menjadi sopir camat Mariso dan saat itu selama empat tahun status saya kemudian diangkat menjadi sebagai sopir umum yang standby di kantor Balai Kota Makassar,” katanya.
Menurutnya, pepatah bahwa pengorbanan untuk daerah adalah pengorbanan untuk orang banyak selalu dia pegang teguh. Di dalam bekerja, apapun itu harus dilakukan dengan ikhklas agar barokah. Meskipun waktu bersama keluarga harus dikorbankan.
Tapi menurutnya itu tidak masalah karena sudah sebuah kewajiban sebagai sopir.”Tanpa dukungan istri dan anak pekerjaan saya tidak sukses. Bawa mobil saja tidak bisa konsentrasi, kalau istri marah-marah,” kisahnya.(arf/B)



×


Pekerjaan Berat Jika Bus Mogok di Daerah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar