pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dari Berjualan Es Beralih Berdagang Pakaian

DG Made, Pedagang Pakaian di Jalan Hertasing (1)

KREATIVITAS Dg Made (57) memang tiada tandingannya. Melihat para pedagang lainnya telah sibuk menggarap bisnis kuliner di Jalan Hertasing, Dg Made memanfaatkan celah kecil yang masih tersisa untuk membidik pangsa pasar yang cukup potensial untuk berdagang pakaian dalam.

Berkaca dari pengalamannya yang sering kali kesulitan mencari pakaian-pakaian berukuran besar untuk keluarganya, Dg Made mulai tertarik untuk beralih profesi dari yang dulunya menekuni bisnis berjualan es.
Dg Made memulai bisnis berdagang pakaian, setelah membaca minat pasar yang semakin besar di Jalan Hertasing, Dg Made mulai memberanikan diri untuk menyediakan pakaian pria dan wanita yang juga berukuran besar serta pakaian dalam, kaos kaki.
Beberapa tahun terakhir, Jalan Hertasning memang terlihat cukup banyak perubahan seperti semakin banyaknya Pedagang Kaki Lima (PK5) yang berjualan hampir disepanjang jalan. Kondisi tersebut dapat dilihat ketika melalaui Jalan Hertasning terlebih di sore hari.
Setiap hari, pemandangan PK5 yang berjualan dengan menggunakan mobil pick up maupun mendirikan toko semi permanen mudah ditemui dengan menjajakan berberbagai kebutuhan mulai dari jajanan sampai pakaian baru hingga bekas (cakar).
Ternyata keberadaan PK5 disepanjang Jalan Hertasning Baru cukup menarik banyak perhatian masyarakat untuk mampir berbelanja atau hanya sekedar datang melihat lihat yang membuat para PK5 mengaku cukup menguntungkan berbisnis diatas tanah Pemerintah yang setiap hari bisa mendapat omset mulai dari ratusan sampai jutaan ribu rupiah setiap hari.
Dg Made yang juga warga Jalan Permata Hijau, Kecamatan Rappocini kepada penulis mengaku sudah sekitar 5 tahun berjualan pakaian di Jalan Hertasning tepatnya pada 2011.
Meski sebelumnya pria kelahiran Jeneponto 10 Mei itu mengaku pernah menjual es kelapa di bilangan Jalan AP Pettarani tepatnya di tahun 2006 sampai 2011 silam.
Sepinya pembeli, tingginya persaingan ditambah harga kebutuhan seperti kelapa yang dipesan langsung dari Bulukumba dan Jeneponto mengalami kenaikan harga membuat dia berlih untuk membuka usaha baru dengan menjual pakaian seperti jas pesta, pakaian dalam cowok, kaos kaki sampai sarung tangan dan asesoris pendendara seperti skrab.
Dengan membuka lapak semi permanen yang berdiri diatas drainase di Jalan Hertasning Baru dengan ukuran panjang sekitar 5 meter dan lebar 3 meter, ternyata mampu memberikan pendapatan yang cukup lumayan. Rezeki yang dia peroleh sudah mampu menghidupi keluarga dan membiayai sekolah kedua anaknya yang kini sudah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Saya bersyukur dengan usaha baru saya dengan menjual pakaian baru seperti jas pesta, celana dalam cowok, baju, celana dan kaos kaki bisa mendapatkan omset setiap hari sebesar Rp700 ribu sampai Rp1 Juta rupiah. Saya harap keuntungan seperti ini terus bertahan untuk melepaskan kami (PK5) dari kelaparan dan penderitaan agar dapat terus menyekolahkan anak anak kami,” ucapnya.
Selain menyisihkan untuk biaya sehari hari seperti makan dan biaya sekolah anaknya, Dg Made juga mengaku keuntungan yang dia dapatkan sebagian disisihkan untuk membayar hutang modal di koperasi.
Ia juga mengaku sangat bersyukur dapat diberikan secerca harapan dengan berjualan pakaian seperti saat ini karena ia bisa lebih menghidupi keluarganya.
“Saya bersyukur apa yang saya lakukan saat ini dibanding sebelumnya. Karena dengan berjualan seperti ini saya lebih dapat memenuhi kebutuhan keluarga saya meskipun pas pasan,” ujarnya.(arf)



×


Dari Berjualan Es Beralih Berdagang Pakaian

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar