KEPUTUSAN menikah muda dilakoni Harmoni Yunus. Di usia 18 tahun ia harus menerima pinangan HM Yunus yang kini tercatat sebagai anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Hanura. Keputusan itu pulalah yang membuat Harmoni harus mengubur dalam-dalam cita-citanya untuk menjadi seorang dokter.
Perempuan kelahiran Maros, 22 September 1974 ini menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya, H AB Hamkah (almarhum) dan Hj St Harmiyah. Ia menikah setelah lulus SMA.
Tidak lama setelah menikah, Harmoni melahirkan. Hingga memiliki dua orang anak, diapun tidak diperbolehkan melanjutkan pendidikan. Harmoni diminta untuk fokus mengurus anak-anak.
Saat ini, Harmoni telah memiliki lima orang putra putri. Masing-masing Muh Niswar Yunus, Nisma Yana Yunus, Namira Yuni Yunus, Nusrafika Yunus dan Muh Nirwan Yunus yang sudah beranjak remaja.
”Saya sebenarnya dulu mau jadi dokter. Tapi karena sudah dijodohkan setelah tamat SMA, mau tidak mau harus BKM/ARDHITA ANGGRAENI
Harmoni Yunusmenikah. Pas mau kuliah, sudah punya dua anak. Jadi tidak diperbolehkan sama suami,” katanya saat ditemui di sela-sela pelantikan suaminya, HM Yunus sebagai Ketua Partai Hanura Kota Makassar periode 2016-2016 di Hotel Singgasana, Rabu (30/3).
Sebagai ibu rumah tangga, Harmoni kemudian menyibukkan diri dengan berorganisasi. Saat ini ia tercatat sebagai anggota Ikawan (Ikatan Keluarga Dewan) Kota Makassar selama dua periode. Harmoni juga menjabat Wakil Ketua TP PKK Kelurahan Mampu, serta wakil bendahara Muslimah NU Kota Makassar.
”Orang tua dulu sebenarnya menganjurkan untuk kuliah. Tapi karena ada yang melamar, makanya diterima. Sekarang lagi sibuk di organisasi,” ujarnya.
Setiap minggu, penyuka aneka jenis sayur-sayuran ini juga menyalurkan hobinya berjogging. ”Tidak boleh tidak, saya harus jogging. Miniman tiga kali seminggu,” tambahnya.
Di tengah kesibukannya beroganisasi, Harmoni masih menyempatkan diri untuk menggeluti bisnis. Ia membuka toka pakaian muslimah di Pasar Butung.
”Sebenarnya dulu bapak sempat melarang untuk bisnis seperti ini, karena banyak kesibukan. Tapi karena anak-anak sudah besar, sekarang tidak masalah,” terangnya.
Dalam menjalani hidup, Harmoni berusaha untuk selalu mengingat pesan almarhum ayahnya. Yang harus dipegang dalam hidup adalah kepercayaan, kejujuran dan iman. ”Semuanya harus selalu beriringan. Tanggung jawab harus dilaksanakan,” tandasnya.
Meski menikah di usia dini, pasangan Harmoni dan Yunus mampu mempertahankan mahligai rumah tangganya. Saat ini usia pernikahan mereka sudah menjejaki angka 26 tahun.
”Kuncinya jalin komunikasi. Harus lancar itu komunikasi. Jangan ada yang disembunyikan. Itu yang paling utama,” kuncinya. (ita/rus)
Kuncinya Komunikasi
×

