SENGKANG, BKM — Istri Surianto Andi Tahira, yang merupakan salah satu kru kapal tongkang Pandu Brahma 12 sempat memberikan kabar sebelum di sandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di wilaya perairan Filipina, dia menceritakan pesan terakhir suaminya sesaat kapal hendak memasuki perairan malaysia,
Andi Tahira menceritakan, suaminya sempat memberi kabar lewat BBM dan menelpon, Dia menyampaikan bahwa malam ini terakhir ada jaringan telkomsel, karena posisi kapal sudah masuk perbatasan malaysia, dirinya juga menyampaikan jika nantinya dirinya sudah gajian, dirinya meminta dibelikan kereta untuk anaknya.
” Dia (Surianto) sering memberi kabar kepada saya, terakhir suami saya telpon saat kapal hendak masuk daerah Malaysia, pesan terakhirnya hanya ingin membelikan kereta buat anaknya terus terputus pas ku telpon kembali nomernya sudah tidak aktif. ” kata Andi Tahira saat ditemui di kediaman mertuanya di Kelurahan Gilireng, Kamis 31/3).
Sementara itu, dari pihak perusahaan tempat Surianto bekerja, Andi Tahira mengaku telah mendapatkan informasi terkait perkembangan proses pembebasan suamianya. Andi Tahira juga mendapatkan pesan singkat via SMS dari pihak perusahaan yang bunyi, mengintruksikan untuk tidak percaya ketika ada informasi yang tidak jelas terkait nasib 10 kru kapal Brahma 12 itu.
“Tadi pihak perusahaan menelpon minta iderntitas anggota keluarga saya, katanya mereka lagi di Jakarta sedang negosiasi. pihak perusahaan juga mengitrusikan jangan percaya ketika ada informasi tak jelas.” Jelasnya
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Andi Tahira mengaku bahwa selain suaminya, ada Warga Wajo yang lain diatas kapal Pandu Brahma 12, menurutnya, Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal Brahma Andi Mahmud juga merupakan asal Kabupaten Wajo, tepatnya di Siwa, Kecamatan Pitumpanua. Hanya saja Andi Mahmud diketahui menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Terkait perkembangan penyanderaan 10 kru kapal Brahma 12 Andi Tahira mengakui,sering berkomunikasi dengan istri Andi Mahmud, yang merupakan warga Kelurahan Benten Kabupaten Wajo.
” Tadi juga ada informasi dari Bu Rahmi istri Pak Andi Mahmud. katanya Bu Rahmi baru-baru saja bicara sama suaminya Andi Mahmud. Terus Pak Andi Mahmud juga bilang kepada istrinya semua keluarga jangan risau kita disini baik-baik saja, dikasih makan, minum dan tempat tidur. Bu Rahmi juga mengatakan bahwa suaminya sempat menyampaikan jika semua kru kapal akan dikasih kesempatan oleh kelompok Abu Sayyaf untuk bicara selama 15 menit kepada para keluarganya. Tapi saya sendiri belum perna bicara dengan suamiku,” Katanya
Pihak keluarga Surianto dan Andi Mahmud berharap kepada pihak perusahaan dan pemerintah agar terus berupaya agar 10 kru kapal Brahma dapat pulang dengan selamat sehingga dapat kembali berkumpul dengan keluarga .
Surianto Berpesan Minta di Belikan Kereta Anaknya
×

