MAKASSAR, BKM — Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK sederajat mulai digelar hari ini, Senin (4/4). Sebanyak 163.551 siswa di Sulawesi Selatan akan mengikuti UN yang berlangsung empat hari, 4-7 April.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Sidik Salam menjelaskan, penyelenggaraan UN tahun ajaran 2015-2016 di bagi dua kelompok, yakni UN secara manual dan UN berbasis komputer (UNBK). Sebanyak 1.486 SMA/sederajat akan melaksanakan ujian nasional secara manual, dengan total siswa 130.045 orang. Sedangkan sisanya akan melaksanakan UNBK yaitu 124 sekolah, terdiri dari 41 SMA dan 83 SMK dengan jumlah siswa 33.506 orang.
Sidik mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk pelaksanaan UN 2016 ini. Bahkan untuk penyebaran naskah UN sebanyak 2.388 dos ke 24 kabupaten/kota sudah selesai dilakukan. Pada hari Minggu (3/4), panitia fokus mendistribusikan soal ke rayon-rayon dengan pengawasan ketat aparat kepolisian.
Untuk UNBKM, waktu ujian sama dengan UN reguler. Hanya saja waktunya diperkirakan akan lebih lama. Setiap hari UNBK hanya satu pelajaran yang diujikan. Rata-rata sekolah melakukan ujian tiga sesi per hari lantaran keterbatasan komputer.
Sama dengan UN tahun sebelumnya, standar nilai kelulusan siswa 5,5. Namun nilai ini bukan penentu utama, sebab penentuan lulus atau tidak, tetap ada di sekolah.
Sidik Salam meminta siswa dan orang tua tidak perlu khawatir. Asal belajar secara baik, maka jaminan lulus sudah didapatkan.
“Penentu kelulusan bukan semata-mata nilai. Paling penting adalah kejujuran dan perilaku siswa,” katanya.
Rencananya, hari ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang akan melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah yang menyelenggarakan UN. Sekolah yang akan dikunjungi Gubernur diantaranya SMAN 17, SMKN 1, dan MAN Model. Sementara Wagub memantau UN di SMA 3, SMKN 1 dan MAN 1.
Sementara itu, menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Minggu (3/4). Komisi D Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Makassar melakukan pemantauan di tiga sekolah berbeda yang akan melaksanakan UNBK. Masing-masing SMAN 2, SMKN 8 dan SMA Kartika Chandra Kirana.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil memimpin langsung pemantauan ini. Ia bersama legislator lainnya, seperti Shinta Mashita Molina, Abd Wahid, Muh Said, Melani Mustari, Lisdayanti Sabri, Munir Mangkana, Mario David dan Agung Wirawan. Mereka didampingi Kabid Dikmenum Disdibkud, Ahmad Hidayat.
Mudzakkir Ali Jamil menjelaskan, pemantauan yang dilakukan pihaknya dalam rangka mengecek kesiapan sekolah-sekolah yang akan melaksanakan UNBK.
Selain melakukan pantauan, pihaknya beberapa waktu lalu juga telah berkoordinasi dengan pihak PT Telkom dan PT PLN membicarakan kesiapan teknis UNBK.
“Mudah-mudahan saat pelaksanaan UNBK tak ada kendala teknis yang dialami pihak sekolah ini,” harap legislator PKS itu.
Pada hari yang sama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto juga melakukan pemantauan. Ia melihat dari dekat ruangan tempat penyimpanan naskah ujian yang akan dipakai untuk UN manual.
Tiga sekolah yang didatangi Danny, yakni SMAN 16, SMAN 1 dan SMKN 7 Makassar. Saat mengunjungi SMAN 16 Makassar di Jalan Amanagappa, Danny menaruh perhatian khusus terhadap pengamanan naskah UN yang terkesan biasa saja. Ia menyoroti longgarnya pengamanan naskah ujian di sekolah ini.
“Ini mestinya disegel, karena ini dokumen negara, Pak,” katanya kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Alimuddin Tarawe yang mendampinginya.
Menurut Danny, tempat naskah ujian ini dijaga dengan ketat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebocoran soal.
“Perbaiki penjagaannya, Pak untuk menghindari kebocoran soal,” ujarnya mengingatkan.
Wali Kota berada di SMAN 16 sejak pukul 12.30 Wita. Orang nomor satu di Makassar ini menyusuri beberapa ruangan.
Dari SMAN 16, Danny kemudian melakukan pemantauan di SMKN 7. Di sekolah ini ia terlihat kesal karena tidak melihat adanya petugas keamanan ataupun pihak sekolah, seperti kepsek yang melakukan penjagaan di lingkungan sekolahnya.
Diapun kemudian memutuskan untuk mendatangi SMAN 1 Makassar, dan melihat lihat perlengkapan, seperti komputer yang akan digunakan untuk UNBK. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, ia menyimpulkan jika sejumlah sekolah pelaksana UN sudah siap melaksanakan ujian.
PERSIAPAN UNBK-Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto didampingi Kadis Pendidikan, Alimuddin Tarawe memeriksa fasilitas laptop yang akan digunakan untuk pelaksanaan UNBK di SMAN 1, Minggu (3/4). [/caption]Tetapi ia tetap berharap adanya langkah antisipasi dengan menyediakan pembangkit listrik sendiri. “Saya minta semua sekolah menyediakan genset, meski PLN telah menjamin keamanan listrik. Karena kami harap pelaksanaan UN tidak ada masalah dan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Data yang disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum (Kabid Dikmenum) Disdikbud Kota Makassar, Ahmad Hidayat, UN tingkat SMA/sederajat akan diikuti 22.416 siswa. Untuk UNBK diikuti 8.535 peserta, sementara untuk UN manual sebanyak 13.881 siswa.
Hidayat memastikan, naskah UN sudah disimpan di masing-masing sekolah dengan aman. Demikian pula untuk peralatan UNBK, seperti komputer, sudah siap, baik dari jaringan maupun listrik.
Kadisdikbud Kota Makassar, Alimuddin Tarawe mengatakan, UN akan dimulai pukul 07.30 Wita. ”Semua sudah siap. Kami harapkan pelaksanaan UN bisa berjalan baik dan lancar,” ujarnya.
(rhm-arf-jun-ita/rus)
Danny Soroti Longgarnya Pengamanan Naskah UN
×

