JENEPONTO, BKM — Tiga orang siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jeneponto batal melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ketiga siswa tersebut terpaksa mengulang lantaran terkendala persoalan pribadi.
Hal tersebut disampaikan, Kepsek SMKN 1 Jeneponto, Abd Karim saat menerima kunjungan romobngan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, Senin (4/4).
Adapun peserta UNBK di sekolahnya berjumlah 322 siswa dari dari 325 siswa. Tiga orang siswi diantaranya, batal menjalani UNBK karena dikabarkan menikah.
“Tiga siswi kami tidak bisa ikut karena harus menjalani prosesi pernikahaan,” beber Abd Karim.
Abd Karim menambahkan, terkait persiapan UNBK, pihaknya telah memberi pelatihan tata cara menggunakan komputer melalui guru pembimbing yang profesional dan bersertifikasi. Sejauh ini, kata dia, para siswa sudah mahir mengoperasikan komputer berkat
Sementara untuk antisipasi kendala teknis, pihaknya juga telah menyiapkan listrik cadangan dari mesin genset serta prasarana komputer jinjing (laptop.red) jika salah satu komputer bermasalah.
“Semuanya sudah kita siapkan dan seperti tahun lalu, kami kembali menargetkan tingkat kelulusan 100 porsen di sekolah kami,” jelas Abd Karim.
Di tempat yang sama, Bupti Jeneponto, Iksan Iskandar mengaku gembira atas laporan pihak sekolah yang telah mengoptimalkan persiapan UNBK tahun 2016 ini. Iksan kemudian berpesan, agar pelaksanaan UNBK bisa berjalan tertib dan lancar tanpa diwarnai kecurangan.
“Saya senang mendengar laporan pihak sekolah karena ini menyangkut kredibilitas peningkatan mutu pendidikan di kabupaten kita. Saya juga minta jangan ada kecurangan agar hasilnya juga bisa serta dapat di pertanggungjawabkan agar para lulusan kita nanti bisa masuk ke perguruan tinggi,” tutup Iksan (krk-ril/b)
Tiga Siswi Batal Ikut UN karena Nikah
×

