pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sibuk, Tetap Urus Anak

TIDAK semua ibu rumah tangga bisa mengurus sendiri anak-anaknya. Apalagi yang memiliki kesibukan bekerja sekaligus harus melakoni aktivitas mendukung pekerjaan suami.
Tapi Irmawaty,SPd melakukan semua itu. Istri Lurah Lakkang, Zuud Arman ini tentu memiliki seabrek kesibukan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Lakkang. Belum lagi ia seorang tenaga pengajar di SDN Tamamaung I, Kecamatan Panakkukang.
IST
IrmawatySelain dua kesibukannya itu, ibu guru yang akrab disapa Irma ini juga harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Ia memilih tak memiliki pembantu untuk mengurus rumah tangga dan ketiga buah hatinya.
Setiap hari, Irma harus menyisihkan waktu untuk mengantar ketiga buah hatinya ke sekolah. Kadang menggunakan mobil, biasa pula pakai motor. Termasuk ketika anak-anaknya pulang sekolah, Irma juga sudah terbiasa menjemput mereka.
”Yang paling sibuk biasanya kalau jadwal belajar di sekolah mereka berbeda. Ada yang masuh pagi, ada juga yang masuk sore. Saya harus bolak balik ke rumah untuk mengantar jemput anak-anak. Biasa saya menunggu mereka pulang dari sekolah sampai jam 5 sore,” tuturnya.
Dalam posisinya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Irman terkadang dituntut untuk menghadiri acara-acara tertentu. Terutama jika dihadiri ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar.
Padatnya aktivitas yang dilakoni, membuat Irma harus mampu mengatur waktu yang ada agar semuanya bisa berjalan. ”Pintar-pintarmamiki atur waktu. Kalau acara PKK yang mengharuskan saya hadir, saya minta izin kepada kepala sekolah,” kata Irma.
Liburan keluarga pun terhitung jarang bisa dinikmati bersama-sama. Namun bagi Irma, momen sarapan pagi bersama suami dan anak merupakan waktu yang paling penting dan istimewa. Apalagi hendak memulai aktivitas.
Dia kemudian berbagi tips, khususnya kepada para ibu rumah yang juga memiliki kesibukan cukup padat. ”Yang terpenting harus dipelihara adalah komunikasi. Itu mutlak dijaga dengan baik,” imbuhnya.
Jebolan Universitas Muhammadiyah Makassar jurusan PGSD itu tergolong wanita sabar dan iklas. Mengabdi di sekolah sejak tahun 2009, hingga hari ini Irma masih berstatus sebagai guru honorer. Namun semua itu tak membuatnya berputus asa. Prinsip yang ia pegang semata untuk mencerdaskan anak bangsa.
Sebelum di SDN Tamamaung I, Irma pernah mengajar di SD Inpres Karuwusi 3. Ia pindah sekolah karena adanya perampingan kelas.
Dari pengabdiannya mengajar selama 11 tahun, sudah selayaknya jika pemerintah memberi perhatian terhadap status honorer wanita yang hobi memasak ini. (man/rus)



×


Sibuk, Tetap Urus Anak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar