ENREKANG, BKM — Luapan air Sungai Saddang dan Sungai Mata Allo kembali merendam puluhan rumah di Keluraha Juppandang, Jumat (15/4). Derasnya hujan sehari sebelumnya mengakibatkan kedua sungai tersebut meluap hingga membuat jalan baru kota Enrekang pun ikut terendam.
Air yang mulai naik sejak Jumat dini hari, ketinggiannya hingga satu meter mengakibatkan 13 rumah di Kota Enrekang pun terendam. Termasuk kebun warga yang mencapai 100 hektar ikut terendam. “Airnya mulai naik saat subuh,” ujar Camat Enrekang Arlansyah.
Sejumlah personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi yang dipimpin langsung Sutrisno Kepala Bidang Kedaduratan dan Logistik BPBD Enrekang untuk membantu warga yang terkena banjir.
“Kita bantu warga yang mulai terendam rumahnya. Barangnya di pindahkan sementara,” tandas Sutrisno.
Selain menurunkan personil, BPPD juga memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian. Sehari sebelumnnya juga terjadi banjir di Kelurahan Tanete Kecamatan Anggeraja. Tiga rumah terendam air dan 150 hektar kebun bawang terendan yang mengakibatkan gagal panen. “Tanah longsor juga melanda Tanete,” terang Sutrisno. (her/C)
Gagal Panen Akibat Banjir
×

