pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

“Kawasan Aman, Biar Polisi tidak Ada”

8 Jam Mencari Polisi Penggerak Temanta Menuju Bebas Pencurian Motor di Parepare

MENENTUKAN polisi penggerak temanta menuju bebas pencurian motor 2016 tidaklah mudah. Tim juri yang beranggotakan unsur media, akademisi, birokrasi, kepolisian butuh kerja ekstra dan selektif .Tidak tanggung-tanggung, dibutuhkan waktu 8 jam menjawab program yang menjadi proyek percontohan yang dilaunching Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto, 4 Desember 2015 lalu.

LIMA polisi yang bertugas sebagai bhabinkantibmas di wilayah hukum Polres Parepare berhasil menembus babak final, dari 22 polisi yang ditugaskan di kawasan dalam wilayah kota Parepare. Mereka berkompetisi selama 4 bulan, mulai Desember 2015 hingga April 2016.
Berbagai cara dan kreatifitas mereka tonjolkan untuk mendekati warga agar bisa menjadi teman dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama fokus dalam mencegah tindakan pencurian motor.
Ada yang memasang stiker di rumah rumah penduduk. Ada juga di motor. Bahkan berbagai spanduk dan baliho terpajang di kawasan dengan mengunggulkan polisi teman mereka. Malah ada warga yang juga membentuk komunitas dengan pakaian seragam dengan memasang label polisi temanta.
Saking membahananya program ini, salam mereka pun tak lagi memanggil nama. Setiap ketemu polisi di kawasan atau bertemu warga di kawasan, mereka dengan senyum melempar salam, polisi temanta. “Halo…polisi temanta…..polisi temanta,” katanya sambil berlalu dengan penuh riang.
Sabtu (16/4) adalah hari terakhir program yang sudah akrab di telinga tanah kelahiran mantan Presiden BJ Habibie ini. Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast mempercayakan 4 orang tim penilai yang dipandang memiliki kapabilitas.
Keempat orang tersebut yakni Mustawa Nur (unsur media), Drs Rusman Rahman,MM (unsur pemerintah), Kompol H Muhammad Saleh Kasim,SH,MH (unsur kepolisian) dan Dr Abd Azis Ambar,MP (unsur akademisi). Mereka ditugaskan untuk menentukan, siapa polisi penggerak temanta dalam mencegah tindak pencurian motor. Penentuan itu melalui hasil pilihan warga selama 4 bulan melalui polling.
Hasilnya, 22 polisi Bhabinkantibmas berhasil tembus final. Lima polisi selanjutnya mengikuti tahap presentase dan tahap pengujian faktual.
Bertempat di Aula Mapolres Parepare, satu persatu finalis diminta mempresentasekan di depan tim penilai. Mereka adalah Aiptu Nuraeni Muin,SE (Kelurahan Bukit Indah wilayah Polsek Soreang), Aiptu Yusrin M (Kelurahan Labukkang wilayah Polsek Ujung), Aiptu Samsaidin Bahar (Kelurahan Lapadde wilayah Polsek Ujung), Aiptu Anton (Kelurahan Mallusetase wilayah Polsek KPN), Aiptu Paryanto (Kelurahan Bumi Harapan, wilayah Polsek Bacukiki).
Masing-masing diberi waktu 15 menit untuk memaparkan aktivitas mereka, program yang diterapkan di kawasan dan sikap reaktif warga untuk menjadikan polisi bagi dirinya sendiri.
Dari paparan yang digelar secara tertutup ini, ada yang tampil memang terlihat sudah siap. Mulai dari bahan presentase dalam bentuk slide. Ada juga hanya apa adanya. Malah ada yang justru menampillkan dengan memperlihatkan foto-foto kegiatan bersama warga.
Apakah tim penilai cukup puas? Oh tidak. Empat tim penilai langsung turun ke lokasi dan melakukan wawancara bersama warga di kawasan tersebut.
“Kami keliling, Pak dengan meminjam mobil Infokom sambil menghimbau warga untuk memperhatikan parkiran motor. Tidak hanya itu, kita libatkan anak sekolah memasang stiker di pintu rumah penduduk yang isinya 7 kunci amankan motor dari pencurian. Spanduk di sudut kawasan juga kami pasang. Pokoknya kawasan ini sudah aman, biar polisi tidak ada karena kami sudah membentuk komunitas polisi temanta yang sudah dikukuhkan Kapolres,” jelas Ir Kaharuddin di kawasan Kelurahan Bukit Indah.
Melalui komunitas ini pula, Ir kaharuddin mampu mengorganisir potensi pendanaan yang cukup membiayai program komunitas tanpa melibatkan polisi dalam menggaungkan gerakan polisi temanta.
Tak cukup dari itu, tim yang melanjutkan perjalanan Kelurahan Lapadde wilayah Polsek Ujung juga menemukan beberapa komunitas dengan baju seragam polisi temanta. Kawasan ini cukup rapi. Jalanannya dicat dengan warna warni penuh semangat yang dihiasi dengan tanaman menghijau.
“Dengan indah dan bersih, maka sangat mempengaruhi prilaku warga untuk tidak melakukan tindak kriminalitas, terutama pencurian motor. Disini aman, Pak. Kapan saja bertamu di kawasan ini, suasananya damai. Ini berkat polisi temanta, ” kata Bahar, warga yang juga komunitas polisi temanta.
Demikian pula dengan kawasan yang polisi bhabinkantibmasnya Aiptu Paryanto. Kawasan yang terletak di wilayah Polsek Bacukiki ini, warganya merasa aman dan terkendali. Pencurian motor tidak pernah terjadi lagi walau tidak ada pemasangan stiker, spanduk yang menghimbau warga untuk hati hati memarkir kendaraannya.
“Disini,Pak, kalau sudah lihat itu spanduk, Anda memasuki kawasan Polisi Temanta, semua sudah takut. Tidak ada berani berbuat onar, kan polisi temanta,” jelas Iswanto, ketua RT.
Hal yang sama juga terlihat di wilayah kawasan Labukkang. Mereka menggiatkan patroli menyusuri lorong-lorong kawasan hingga subuh hari. Hasilnya cukup efektif meningkatkan kesadaran warga.
Tak kalah juga lebih variatif kawasan di Mallusetase. Kemampuan Aiptu Anton menyatukan diri dengan warga, suasana kawasan pun jadi indah.
“Pencurian motor tidak ada lagi,Pak. Kami patroli, memasang papan himbauan. Bahkan program ini menyatukan warga hingga kami manfaatkan waktu yang lowong menata kawasan kami lebih bersih dan kreatif. Sampah pun kami daur ulang dan menjadikan hiasan tanaman, meja, juga lampu hias. Lihat sekarang,Pak. Ini hasilnya,” semangat Muslimin Magga.
Dari gerakan polisi temanta, terlihat hasil yang cukup signifikan dengan menjadikan 22 kawasan bebas pencurian motor. Sebanyak 5 kawasan menjadi percontohan interaksi warga dalam membangun gerakan polisi temanta. Semua warga berharap program ini terus berlanjut dan berbagai komunitas sudah bertekad akan terus berjalan guna tercipta polisi bagi dirinya sendiri, terutama dalam mencegah tindak pencurian motor. Siapakah peraih polisi penggerak temanta di kawasan bebas pencurian motor? Ikuti acaranya malam ini. (mus)



×


“Kawasan Aman, Biar Polisi tidak Ada”

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar