MAKASSAR, BKM– Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar untuk menelusuri indikasi pelanggaran penggunaan air bersih oleh perusahaan dari PT Tosan Permai Lestari.
PT Tosan Permai Lestari merupakan pengelola Mal Makassar Trade Center (MTC), Karebosi Link dan Hotel Makassar Condotel.
Penegasan tersebut disampaikan Ibe sapaan akrab Sekkot Makassar setelah mengetahui adanya informasi kecurigaan PDAM ke MTC dalam penggunaan air sementara meterannya nol.
“Saya meminta PDAM untuk benar-benar mengotrol aktifitas pelanggan khususnya pihak MTC,” tegas Ibe di ruang kerjanya, Selasa (26/4).
Bahkan, tegas Ibe, beberapa tahun lalu tepatnya di tahun 2014, pihak PDAM Makassar sempat memutus sambungan air MTC karena kedapatan telah melakukan ilegal connection ata pencurian air bersih.
“Waktu saya menjabat Pelaksana Tugas Dirut di PDAM Makassar, memang pernah sambungan air MTC di putus. PDAM mendapati pengelola MTC melakukan pencurian sambungan air. Tapi saya belum tahu sekarang ini bagaimana kelanjutannya,” ujar Ibe.
Ibe juga berharap, pihak PDAM Makassar benar-benar mengontrol dan mensurvei semua pelanggan air bersih, termasuk yang telah terindikasi ilegal connection. Karena bisa saja, pelaku yang pernah melakukan pencurian air belum memiliki itikad baik untuk memperbaiki sambungan air-nya.
“Harus memang di kontrol, untuk memastikan apakah sudah normal atau bagaimana,” tambahnya.
Menyikapi permintaan dari Sekkot Makassar, Kepala Bagian Humas PDAM Makassar, Muh Idris Tahir menegaskan, saat ini pihak PDAM Makassar sudah turun melakukan peninjauan atau survei ke pelanggan air bersih PDAM Makassar khususnya yang terindikasi melakukan ilegal connections. Namun untuk nama-nama pelanggan yang terindikasi melakukan ilegal connection belum dapat dibeberkan satu persatu, karena masih tahap klarifikasi.
“Kita sedang melakukan peninjauan atau survei kebeberapa pelanggan baik rumah tangga ataupun perusahaan yang terindikasi ilegal connections. Saya tidak bisa sebutkan nama namanya, yang jelas ada beberapa yang terindikasi,” ucap Idris, kemarin.
Idris juga menegaskan, jika dalam penindakan pihak PDAM Makassar menemukan adanya pelaku ilegal connection, maka PDAM Makassar tidak segan memberikan penindakan berupa pembayaran pemakaian air, denda dan bahkan pidanakan pelaku tersebut. Termasuk jika ada oknum pegawai PDAM yang bekerja sama dengan pelanggan untuk melakukan pencurian air, kita akan bersi sanksi tegas.
“Kalaupun ada oknum PDAM Makassar yang melakukan pelanggaran dengan membantu ilegal connection, pastinya pihak PDAM Makassar akan menindak tegas oknum tersebut,” tegasnya.
Informasi yang diterima BKM, PT Tosan Permai Lestari dicurigai telah menggunakan air yang tidak sesuai. Bahkan menggunakan sistem reservoir yang menghubungkan air bersih ke Hotel Makassar Condotel.
Reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipa-pipa secara grafitasi.
Sehari sebelumnya, Direktur Utama PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo menegaskan, maraknya pencurian air bersih milik PDAM Makassar yang dilakukan para pelanggan sangat merugikan PDAM, khususnya kerugian pendapatan setiap tahunnya.
“Tim PDAM Makassar sudah turun melakukan survei ke para pelanggan. Hal itu dilakukan untuk mencari pelanggan yang melakukan pelanggaran. PDAM juga tidak segan mempidanakan pelaku tersebut termasuk memberikan denda dan pembayaran air yang telah digunakan,” tegasnya.
Terpisah, Direktur Utama PT Tosan Permai Lestari, Binsar Samosir membatah keras jika perusahaan milik PT Tosan Permai Lestari dicurigai melakukan pemakaian air tidak normal.
“Selama ini pemakaian air normal ji, tidak ada ji masalah airnya MTC dan Karebosi Link termasuk Hotel Karebosi Condotel,” tegas Binsar.(arf/war)

