pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dewan Sesalkan Sikap TNI

PINRANG, BKM — Untuk menutup dan membatasi akses perdagangan beras antar daerah atau kabupaten, Komando Rayon Militer (Koramil) Paleteang Kodim 1404 Pinrang menggelar razia di Jalan poros perbatasan Kabupaten Pinrang-Sidrap, tepatnya di Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang Kabupaten Pinrang, Sabtu (30/4) siang.

Razia dipimpin Danramil 1404-4 Paleteang, Kapten (Inf) Sudirman. Satu unit truk pengangkut beras dan gabah yang terjaring razia berisi puluhan ton gabah dan beras langsung diamankan. Rencananya beras-beras itu akan dibawa ke Kabupaten Luwu, Palopo, Wajo dan Sidrap.
Untuk proses lebih lanjut diamankan ke Gudang Bulog di Pinrang. Danramil 1404-4 Paleteang, Kapten (Inf) Sudirman di lokasi kejadian mengatakan, razia merupakan perintah pimpinan untuk mengantisipasi beras dan gabah yang dihasilkan di Kabupaten Pinrang, dikirim keluar daerah tanpa melalui Bulog setempat.
“Kita back up Bulog Pinrang, agar target serapan mereka tercapai,” jelas Sudirman.
Sudirman mengungkapkan, pada razia ini berhasil menggagalkan pengiriman beras ke luar Kabupaten Pinrang sekitar 80 ton yang diangkut menggunakan enam mobil dengan tujuan berbagai daerah di wilayah Sulsel.
“Bahkan sudah ada beras yang dikemas menggunakan karung dengan merek Bulog daerah tujuan,” ungkapnya. Truk pengangkut beras yang terjaring razia tidak diberikan sanksi tapi hanya diharuskan melapor ke Bulog Pinrang dengan pengawalan anggota TNI.
“Kita hanya mengarahkan kepada pengemudi atau pemilik beras itu untuk berurusan dengan Bulog setempat,” papar Sudirman.
Abu, salah seorang sopir yang mobilnya terjaring razia mengaku, dirinya hanya menjalankan tugas dari majikannya untuk mengangkut beras dari salah satu penggilingan di Desa Ujung Tiroang Kabupaten Pinrang untuk dibawa ke Kabupaten Wajo.
“Beras yang kami muat ini sekitar 9 ton lebih dengan tujuan Kabupaten Wajo,” tuturnya.
Sementara, Sekretaris Perpadi Pinrang, Wahyu media mengatakan sangat menyayangkan jika Truk pengangkut beras ditahan. ”Harapan kami kiranya pemerintah turun tangan bertemu dengan Perpadi untuk mengetahui harga gabah yang cocok karena ini yang di truk juga pak adalah beras stok nasional juga, kalau tertahan pak para penggiling akan merugi pak,”katanya.
Ketua Komisi II DPRD Pinrang Andi Pallawagau Kerrang justru mempertanyakan sikap TNI dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, beras yang diangkut pedagang dan dikirim ke daerah hal ini akan memicu harga beras dan gabah semakin anjlok.
“Kasihan petani kita kalau harga beras dan gabah semakin anjlok, “ujar Anphal (gun/C)



×


Dewan Sesalkan Sikap TNI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar