MAKASSAR, BKM — Hingga kini PT Latjinta Putra Perumahan (LPP) selaku pengembang kawasan perumahan Latjinta Alam Mutiara telah membangun dan memasarkan sekitar 100 unit rumah minimalis di kawasan Tanralili, Kabupaten Maros. LPP sendiri memiliki lahan untuk membangun perumahan ini seluas tujuh hektare.
Rumah yang dibangun ini merupakan kategori rumah ?Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau lebih sering disebut sebagai rumah subsidi. Sehingga diharapkan, semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), seperti nelayan dan buruh dapat segera memiliki rumah.
Hal itu dikemukakan Direktur PT Latjinta Putra Perumahan, Nasrun ?Latjinna, kepada BKM, di kantornya, Senin (2/5). Dikatakan, minat masyarakat untuk memiliki hunian cukup tinggi seiring pertumbuhan penduduk di tengah kota. Angka kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tempat tinggal di Indonesia saat ini mencapai 13,5 juta rumah.
Artinya, masih ada 13,5 juta kebutuhan rumah layak huni yang belum bisa terpenuhi pemerintah. ”Jadi kami selaku pengembang tidak lain bersinergi terhadap pemerintah seiring tingkat kebutuhan terhadap masyarakat khususnya pada hunian. Dengan demikian, program pemerintah ini kami canangkan bisa dirasakan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Perumahan yang kami tawarkan ini bernama Latjinta Alam Mutiara.
Untuk memiliki rumah di perumahan Latjinta Putra Perumahan tipe 36 ditawarkan dengan harga cukup murah. Untuk harga tunai sebesar Rp125 juta. Rumah ini dapat di KPR melalui Bank BNI dan Bank BJB. ”Rumah untuk kelas menengah bawah saat ini sudah terbangun dan sudah 50 persen dari 100 unit rumah dalam pembangunan langkah awal ?permintaan masyarakat. Artinya, sudah 38 unit telah terselesaikan,” jelas Nasrun.
Bagi masyarakat yang tidak bisa membeli kes, bisa juga dengan cara KPR. Masyarakat cukup membayar uang muka sebesar Rp1,5 juta dengan angsuran per bulan Rp700 ribu. ”Cukup murahlah sesuai kemampuan masyarakat berpenghasilan menengah bawah. Mereka hanya membuka deposit Rp1.5 juta ?selanjutnya membayar angsuran Rp700.000 per bulan,” ujar Nasrun. (ish/mir)
LPP Tawarkan Rumah Minimalis
×

