PAREPARE, BKM — Program pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian bekerjasama Panglima TNI tentang swasembada pangan, padi, jagung, kedelai kini sudah menggema disetiap Koramil diseluruh kodim jajaran Korem 142 Parepare.
Bahkan sudah terpampang disetiap kantor Koramil bertuliskan, Posko Up Sus Swasembada Pangan. Hanya saja warga petani menilai sangat lamban pelaksanaannya seperti dituturkan Lasake salah satu anggota kelompok tani Kelurahan Amparita belum efektif sesuai harapan petani.
“Babinsa sudah pernah datang pada panen pertama tahun lalu memberi arahan supaya bisa panen tiga kali setahun, sampai sekarang tidak pernah lagi muncul saat sawah kering karena pengairan jebol, bagaimana bisa panen tiga kali kalau air macet” ujar Lasake, anggota Kelompok Tani Kelurahan Amparita Sidrap.
Danramil 1420-02/Tellulimpoe Sidrap Kapten (Inf) Syamsul ketika ditemui Jumat (6/5) mengaku tidak tau kalau ada petani sawahnya kering. “Setahu saya tidak pernah ada pengairan jebol. Setahu saya air lancar kecuali musim kemarau dan sekarang petani sudah menanam,” ujar Kapten Syamsul.
Syamsul mengakui kekurangan personil yang dipimpinnya di Koramil 1420-02/ Tellulimpoe Sidrap ada 9 desa atau Babinsa Personil kurang idealnya 20 personil tapi hanya 7 personil.
Pihaknya hanya melaksanakan printah panglima/ komandan sesuai surat perintah.
Sementara Babinsa 1420-02. Kelurahan Arateng Tellulimpoe Sidrap, Serda Salam mengakui tidak pernah diajari tentang pertanian. Dia hanya melaksanakan tugas mengunjungi petani dan memberi spirit kepada para petani.”Saya tidak pernah ada pelatihan tentang pertanian. Juga masyarakat jika ada masalah atau acara tidak datang melaporkan ke Kantor Koramil sebagai Posko Up Sus Swasembada pangan seperti padi, jagung, dan kedelai,” jelas Samsul.
Pihaknya juga melakukan program percepatan tanam, pola taman, cara membujuk masyarakat mengikuti program pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian bekerjasam Panglima TNI.
Sementara program asuransi pertanian tidak bisa dipaksakan ke petani karena dikhawatirkan terjadi gagal panen. “Kita memberi pemahaman para petani saat dilakukan tudang sipulung oleh para kelompok tani,” ujar Danramil Kapten (Inf) Syamsul. (mup/C)
Kantor Koramil Jadi Posko Swasembada Pangan
×

