pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

400 Ribu Wisman Tiongkok Bakal ke Makassar

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 400 ribu wisatawan mancanegara (Wisman) asal negeri Tirai Bambu, Tiongkok, bakal berkunjung ke Makassar dan beberapa daerah destinasi atau tujuan wisata lainnya di Sulsel. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI sendiri menargetkan jumlah wisman asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 10 juta orang.
Tinggal bagaimana pemerintah di daerah yang didukung pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, melakukan pembenahan infrastruktur. Karena hampir semua destinasi pariwisata di Sulsel terkendala di infrastruktur jalan dan transportasi. Toraja misalnya, memiliki kebudayaan yang sangat memikat para wisman dari Eropa dan Asia. Kebudayaan ini tidak akan dijumpai di daerah lainnya di Indonesia dan bahkan di dunia.
Namun pemerintah daerah sangat sulit untuk mengembangkan pariwisata di Toraja. Kendalanya, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sulsel, H Jufri Rahman, ada pada akses jalan dan transportasi. Dimana, untuk menuju ke ibukota Tana Toraja saja misalnya hanya bisa ditempuh dengan jalur darat yang membutuhkan waktu selama 8 jam.
”Ini tentu akan membuat para wisman jadi jenuh. Sedangkan untuk melalui transportasi udara, pelabuhan udara (bandara) yang ada tidak memungkinkan digunakan. Kami berharap kepada DPR RI dan Kementerian Pariwisata RI untuk bisa memperjuangkan adanya anggaran pembangunan bandara yang representatif. Sehingga wisman yang datang bisa betul-betul merasa nyaman saat bertandang ke Toraja. Kami sebenarnya berharap dari 10 juta wisman yang berkunjung ke Indonsia pada tahun ini, cukup empat persen atau sebanyak 400 ribu orang saja yang datang, itu sudah cukup bagus dalam memenuhi target kunjungan wisman ke Sulsel pada tahun 2016 sebanyak 250 ribu orang,” ujar Jufri Rahman di hadapan peserta workshop yang digelar Kemenpar RI bekerjasama Baidu, di Hotel Clarion Makassar, Selasa (31/5) kemarin.
Juniko Siahaan, anggota Komisi X DPR RI yang membidangi kepariwisataan, mengatakan, dalam mendongkrak pendapatan dari sektor kepariwisataan, para pelaku usaha pariwisata dan pemerintah baik pusat maupun daerah, tidak semata-mata memikirkan dari seberapa banyak wisman yang akan berkunjung. Tapi yang lebih penting adalah seberapa lama para wisman berada di satu destinasi wisata.
”Jadi kita jangan hanya mengejar dari segi kuantitas atau jumlah wismannya. Tapi yang lebih penting adalah dari segi kualitasnya atau berapa lama akan berada di suatu destinasi. Semakin lama mereka berada disuatu destinasi, tentu akan semakin banyak uang yang akan mereka belanjakan. Tinggal bagaimana pemerintah daerah dan para pelaku usaha pariwisata di daerah ini untuk meramu suatu teknik yang bisa membuat wisman jadi betah. Misalnya dengan membudayakan senyum kepada para wisman sehingga mereka akan betah dan tentu akan kembali lagi. Apalagi jika destinasinya yang menawan dan unik dipadukan dengan keramahan masyarakat, tentu mereka akan menjatuhkan pilihannya untuk datang lagi ke daerah ini. Saya sudah bicara dengan menteri pariwisata tentang destinasi di Toraja. Saya akan mengawal pembahasan anggaran untuk pariwisata Sulsel di DPR RI,” ujar Juniko yang akrab disapa Niko Siahaan. (mir)



×


400 Ribu Wisman Tiongkok Bakal ke Makassar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar