MAKASSAR, BKM–Sejumlah Sekolah Menegah Atas (SMA) di Kota Makassar mulai disibukkan dengan hari pertama penerimaan siswa baru melalui sistem online dengan jalur penerimaan domisili, prasejahtera dan kemitraan.
Hanya saja, pendaftaran siswa baru bisa saja dicederai oleh sejumlah oknum calo yang turut bergentayangan mendekati orang tua siswa untuk menawarkan jasanya dengan iming-iming bisa meloloskan siswa.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Subhan Joer mengatakan, penerimaan siswa baru sudah dimulai, Ombudsman berharap kepada guru – guru di sekolah dan orang tua siswa untuk berhati – hati terhadap calo penerimaan siswa baru yang mulai bergentayangan.
Subhan mengaku, pada penerimaan siswa baru tahun lalu saja, para orang tua siswa ada yang melaporkan keberadaan calo yang menawarkan tarif hingga puluhan juta.”Kami harap orang tua dan guru jangan terpengaruh oleh keberadaan calo yang mengiming-imingkan bisa mengurus dengan mengaku anaknya,” ucapnya, kemarin.
Lanjut Subhan, penerimaan siswa baru tahun ini sangat rawan permainan. Seperti jalur domisili, orang terlalu mudah membuat kartu keluarga yang baru semata-mata ingin meloloskan anaknya masuk ke sekolah pilihannya.
Begitupun jalur prestasi, pasti sangat banyak yang mendaftar hingga ratusan sementara bukti prestasi mereka banyak yang dipalsukan. Masa setiap tahun ada ratusan hingga ribuan prestasi diperoleh siswa.
Sedangkan untuk jalur kemitraan, tegas Subhan, seharusnya jalur ini digunakan bagi lembaga atau orang tua siswa yang selama ini memberikan sumbangsih pembangunan ke sekolah tersebut. Hanya saja, tetap dipertanyakan keberadaan dana operasional sekolah (BOS).”Ombudsman melakukan pengawasan dalam penerimaan siswa baru tahun ini,” tegas Subhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Ismunandar juga mengimbau orang tua siswa untuk tidak mempercayai calo yang bisa mengurus anaknya. Terkait kemitraan, Ismunandar juga meminta lembaga yang bekerjasama dengan Disdikbud untuk memperlihatkan rekomendasi dari pimpinan lembaga tersebut kalau memang betul anaknya. Sebab dikhawatirkan jalur kemitraan digunakan para calon untuk bermain.
Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 16 Makassar, Yusuf mengatakan, setelah melakukan pendaftaran melalui online, peserta langsung melakukan verifikasi data di sekolah yang di daftarnya. Pelaksanaan PPDB dengan sistem online dinilai sangat membantu peserta. Karena pendaftaran dapat dilakukan dimana saja asalkan tersentuh oleh akses internet.
“Pendaftaran siswa baru di tahun ini cukup berubah dari tahun lalu, ditahun ini saya rasa cukup membantu peserta. Karena biar di rumah atau di tempat mana saja selain di sekolah tetap dapat dilakukan pendaftaran asalkan ada akses internet. Jadi ketika peserta siswa baru sudah mendaftar secara online, para peserta tetap datang ke sekolah melakukan verifikasi data,” katanya.
Dia memastikan, pelaksanaan PPDB sistem online dapat terdapat kendala, sebab Disdikbud Makassar telah bekerjasama dengan pihak Telkom untuk memastikan jaringan aman selama pelaksanaan PPDB.(arf-jun/war)
Calo PSB Bergentayangan, Orang Tua diminta Waspada
×

