MAKASSAR, BKM– Keberadaan Program Pasar Usaha Kecil dan Menegah (UKM) di Pasar Segar disambut baik sejumlah pedagang yang lebih dulu berjualan di lantai I dan II.
Mereka meminta agar Program Pasar UKM bisa menambah ramai Pasar Segar yang selama ini selalu sunyi dari perhatian masyarakat.
Pedagang juga meminta agar soalisasi soal kelebihan Pasar Segar bisa terus dilakukan agar masyarakat bisa juga fokus untuk datang ke Pasar Segar berbelanja.
“Selama ini Pasar Segar masih terlihat sunyi. Untuk itu, keberadaan Pasar UKM diharapkan bisa menambah keramaian di Pasar Segar, seperti saat masih tren batu cincin,” harap Hj. Watriah saat dihubungi BKM, Selasa (28/6).
Penjual baju muslim, jilbab dan celana ini menambahkan, jika Pasar Segar sunyi otomatis, pedagang yang berjualan di dalam pasar tidak akan bisa mempertahankan bisnisnya.”Memang sudah perlu Pasar Segar dijadikan pusat oleh-oleh Khas Makassar. Sehingga masyarakat Kota Makassar maupun pendatang bisa datang mencari oleh-oleh,” ujar Watriah.
Sehari sebelumnya, Manajer Pasar Segar, Zulkarnain kepada BKM mengatakan, Pasar Segar tetap membuka diri ke pelaku UKM untuk menempati kios dan lapak usai lebaran.
“Kami maklumi kesibukan pelaku UKM saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Kami prediksi pelaku UKM akan memenuhi Pasar Segar usai lebaran,” tegas Zulkarnain.
Diketahui, sejumlah warga mulai mengelilingi lantai I dan II untuk melihat apa-apa saja yang di jual Pasar Segar tersebut.
Seperti halnya, Hidayat warga Tidung VII Makassar yang ditemui BKM. Menurutnya, ia sengaja datang ke Pasar Segar untuk melihat-lihat apa saja yang dijajakan di dalam pasar, khususnya pakaian dan kuliner yang disiapkan untuk lebaran.
“Saya sudah mengelilingi sejumlah mal dan pusat pertokoan untuk melihat-lihat pakaian untuk istri dan anak saya. Mudah-mudahan di Pasar Segar saya dapat yang murah,” katanya.
Dia juga mengaku mendapatkan informasi kalau di Pasar Segar juga menyiapkan kerajinan tangan dan kuliner yang berada di lantai II.”Ini mi saya datang untuk melihat seperti apa saja yang dijajakan, siapa tahu ada kue dan minuman yang bisa dipersiapkan untuk lebaran,” jelas Hidayat.
Hanya saja, pria bertumbuh tambung ini mengaku, di lantai II belum terlihat ramai dan masih banyak kios dan lapak yang belum terisi dan tertutup.”Saya berharap Pasar Segar bisa bersaing dengan pusat pertokoan lainnya di Pengayoman. Termasuk seharusnya Pasar Segar menjadi ikon Kota Makassar untuk penjualan suvenir khas Bugis Makassar,” harapnya.
Terpisah, Pemerintah Kota Makassar masih fokus pada permintaan ke pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berada di lorong untuk segera bisa mengisi lapak dan kios yang sudah disiapkan di Pasar Segar.
Hal tersebut dilakukan sambil menunggu kesiapan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk melaunching langsung Program Pasar UKM tersebut.
Hal tersebut dikatakan Kepala Diskop dan UKM Kota Makassar, Nadjam Emma kepada BKM, akhir pekan lalu.
Nadjma menambahkan, Diskop telah memasukkan para pelaku UKM untuk mengisi kios dan lapak yang ada.
“Saya belum bisa sebut kapan waktu launching Pasar UKM, apakah sebelum lebaran atau sesudahnya. Karena saya masih perlu membicarakan bersama Wali Kota Makassar untuk waktu yang tepat,” ucapnya.
Mantan Kepala Badan Diklat Kota Makassar ini-pun mengaku, launcing memang perlu dilakukan sebagai langkah atau start awal bagi pelaku UKM untuk mulai beraktifitas
“Kegiatan ini sangat baik, maka dari itu dalam waktu dekat saya akan bicarakan ke bapak wali kota untuk menentukan hari launching,” katanya.(man/war)
Dibutuhkan Sosialiasi ke Masyarakat
×

