MAKASSAR, BKM– Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan melaporkan oknum pemalsu dokumen atau surat yang mengatasnamakan Organisasi Persatuam Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan.
Surat yang dipalsukan berbentuk proposal permohonan permintaan bantuan dana untuk kegiatan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Bandung Jawa Barat.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris PWI Sulsel, Anwar Sanusi kepada BKM, Kamis (14/7).
Menurutnya, pemalsuan dokumen atau surat yang mengatasnamakan PWI Sulsel merupakan perbuatan pidana dan sangat mencoreng nama baik PWI Sulsel. Untuk itu, sebagai pengurus PWI Sulsel membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.”Kita laporkan kasus ini ke Polda, untuk dilakukan pengusutan,” ujar Anwar Sanusi.
Langkah tersebut, tambah Anwar, dilakukan untuk meberikan efek jera kepada oknum yang merusak citra PWI.”Langkah yang dilakukan PWI sebagai bentuk pemberian efek jera ke pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya yang sangat-sangat merusak citra PWI,” tegasnya.
Anwar juga mengaku telah mengantongi alat bukti penipuan dan pemalsuan dokumen tersebut seperti surat permohonan bantuan dana yang ditujukan kepada Bupati Wajo, buku daftar tamu di kantor Bupati Wajo dan lain-lain.” Ini penipuan dan pemalsuan. ini suratnya,” jelasnya sambil menunjukan foto surat tersebut.
Saat ditemui BKM di ruang kerjanya, Anwar sementara membuat surat kuasa kepada kepala Seksi HAMKAN, Ismail Situru, SH untuk melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian mewakili PWI.
Dia juga mengatakan bahwa pihaknya sementara menelusuri setiap kabupaten terutama yang masuk dalam target pencarian dana tersebut seperti Kabupaten Enrekang, Toraja dan Luwu (tim I), kabupaten Maros, pangkep dan Bone (Tim II) dan Kabupaten Takalar, Bulukumba dan Selayar (Tim III), apakah ada surat yang masuk atau tidak.”Kita juga sementara telusuri daerah lain,” tuturnya.
Seperti diketahui, surat permintaan bantuan pendanaan mencatut nama PWI ditandatangani Usamah Kadir yang mengaku dari Devisi Litbang PWI Sulsel dan Koordinator Tim Porwanas PWI Sulsel. Termasuk Andi Nisral yang mengaku Ketua Tim I dari Pemred Majalah BIAS.
Ketua Kontingen Porwanas PWI Sulsel, Munjin Asyari menegaskan, surat yang beredar atas nama Usamah Kadir tidak resmi. Dia mengaku sangat menyesalkan ulah anggota PWI yang bisa merusak citra PWI di mata para mitranya.”Stempelnya langsung pakai stempel PWI Sulsel, bukan nama media atau perseorangan,” tegasnya.(man/war)
Pemalsu Dokumen PWI Dipolisikan
×

