MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar mendesak Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk segera membubarkan tim terpadu Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar yang ditugaskan melakukan penertiban terminal liar.
Hal tersebut ditegaskan anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir. Menurut Basdir, setelah terbentuknya tim terpadu PD Terminal Makassar pada Januari lalu, ternyata hingga kini tidak ada kinerja yang diperlihatkan. Melainkan terminal liar atau terminal bayangan semakin tidak terbendung adanya.
“Untuk apa dipertahanan jika tidak sanggup bekerja. Lebih baik dibubarkan saja, toh sampai sekarang juga tidak ada bukti nyata kinerjanya. Masa yang seperti ini mau dipertahankan,” ungkapnya di DPRD Makassar, Jumat (5/8).
Basdir juga menilai, tim terpadu sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan kenyamanan masyarakat dianggap bersikap arogan dan anti kritik. Terbentuknya tim terpadu juga disebutkan hanya membuang anggaran untuk membayar honor setiap bulan.
“Saat kami kritik kinerjanya, salah seorang tim terpadu PD Terminal malah mengancam saya. Mereka tidak menerima dikritik, inikan salah,” ujarnya.
Lanjut Politisi Partai Demokrat itu, jika pejabat publik tidak mau dikritik maka sebaiknya memperlihatkan kinerja dengan baik atau mengundurkan diri secara hormat jika takut melakukan penindakan. Munculnya kritikan itu, lanjut dia, atas adanya ketidakpuasan masyarakat, apalagi honor yang diterimanya cukup besar.
“Kalau kami kritik wajar sebagai wakil rakyat di DPRD, mempertanyakan apa saja yang dikerjakan, dan itu memang tugas kita sebagai pengawas Pemerintahan Kota Makassar,” bebernya.
Basdir menegaskan, selama ini pihaknya juga telah mendapat laporan serta kritikan atas permasalahan terminal bayangan yang tidak pernah selesai. Berbagai macam dilakukan oleh pemerintah tapi permasalahan sekecil terminal bayangan tidak sanggup diatasi.
Basdir juga mendesak agar Wali Kota Makassar mengambil langka yang tegas dengan membubarkan tim yang ada dan membentuk tim investigasi yang memiliki kapasitas untuk menelesuri siapa dalangnya terhadap munculnya terminal bayangan.
Selain itu, keberadaan terminal liar otomatis akan merugikan Pemkot Makassar dari sektor pendapatan asli daerah (PAD). Sebab banyaknya mobil yang bebas masuk dalam kota mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan PD terminal.
Sementara itu, Direktur Umum PD Terminal Makassar, Sahril membantah jika tim terpadu dari PD Terminal tidak melakukan pengawasan secara rutin. Hanya saja, kadang jika tim terpadu tinggalkan lokasi yang ditertibkan, kembali para sopir mobil angkutan beroperasi di lokasi tersebut.”Kita tetap lakukan penertiban dan pengawasa. Memang jika tim menertibkan pagi, nanti sore para sopir beroperasi kembali di lokasi yang ditertibkan,” katanya.(ita/war)
Dewan Sayangkan Kinerja Tim Terpadu Terminal
×

