MAMUJU, BKM — Musyawarah daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulbar direncanakan digelar pada akhir Agustus di ibukota Sulbar, Mamuju. Hal ini berdasarkan imbauan DPP Partai Golkar ke seluruh DPD tingkat provinsi untuk segera melaksanakan musda. DPP meminta untuk segera menggelar musda, agar kader-kader di daerah bisa mempunyai persiapan matang dalam menghadapi sejumlah momen-momen politik seperti Pilkada serentak tahun 2017.
Sekretaris Partai Golkar Sulbar, Hamzah Hapati Hasan, mengungkapkan, pihaknya sudah mengkomunikasikan tentang jadual Musda Golkar Sulbar dengan DPP. ”Kami jadualkan Musda digelar antara akhir Agustus hingga awal September. Karena DPP meminta nama-nama pengurus baru hasil Musda sudah harus dikirim ke DPP pada awal September untuk dibuatkan SK. Tempat pelaksanaan Musda sudah disepakati di Mamuju. Hal ini agar DPP yang hadir bisa lebih mudah aksesnya. Dari Jakarta mereka bisa langsung naik pesawat ke Mamuju,” ujar Hamzah, Kamis (11/8).
Wakil Ketua DPRD Sulbar ini menambahkan, kepastian waktu pelaksanaan Musda akan diputuskan seusai keluarnya keputusan DPP Golkar terkait calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Golkar di Pilgub 2017. Pengurus baru hasil Musda inilah nantinya yang bertugas dan bekerja untuk memenangkan calon yang diusung Golkar.
Terkait bursa nama calon Ketua Golkar Sulbar yang baru, DPP sudah memberikan restu kepada tiga kader terbaik di Sulbar untuk memperebutkan posisi tersebut, masing-masing Hamzah Hapati Hasan, Ketua Golkar Polman yang juga Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, dan Ketua Harian Golkar Sulbar, St Muhyina Muin.
Saat berada di Mamuju, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu wilayah Sulawesi DPP Golkar, Hamka B Kady, mengemukakan, DPP berharap ketiga nama tersebut bersaing secara sehat atau bermufakat untuk menentukan siapa di antara mereka bertiga yang ditetapkan menjadi ketua Golkar Sulbar.
”Ketiga orang ini merupakan Trisula dan kader terbaik. Salah satu dari mereka akan menjadi ketua Golkar di Sulbar. Silakan ketiganya bersaing secara sehat atau bermufakat untuk menentukan ketua. Malah kami harap lebih baik kalau aklamasi saja. Semuanya harus dirangkul masuk dalam pengurus inti,” kata Hamka.
Hamzah juga berharap agar ketiga nama ini bisa bertemu secara intens dan berbicara dari hati ke hati membahas siapa di antara mereka bertiga yang paling layak menjadi Ketua Golkar Sulbar. Antara satu dengan yang lain harus saling mendukung dan tidak perlu ada yang merasa kecewa dan terluka apalagi sampai meninggalkan partai jika tidak terakomodir.
”Saya pribadi siap untuk memimpin Golkar Sulbar. Tapi kan harus sejalan dengan keinginan kader-kader yang lain. Pada dasarnya saya siap ditempatkan dimana saja sepanjang partai masih membutuhkan saya. Kepada pak Ibrahim dan bu Muhyina mari sama-sama berpikir dan berusaha sebaik mungkin untuk membesarkan partai ini. Untuk apa kita bersaing memperebutkan jabatan jika nantinya persaingan itu merugikan partai dan kader Golkar itu sendiri. Lebih baik tidak usah dapat jabatan kalau kita harus saling melukai satu sama lain. Saya harap kita semua punya visi misi yang sama untuk membesarkan partai,” jelas Hamzah.
Hamzah juga berharap agar penentuan ketua nantinya bisa ditetapkan secara aklamasi. Tidak perlu ada pemilihan jika semua sudah sepakat. Apalagi jika pemilihan tersebut berpotensi menyebabkan kader menjadi terkotak-kotak atau terpecah-pecah. ”Potensi kader menjadi terkotak-kotak atau terpecah harus diminimalisir. Makanya, saya berharap bisa terjadi aklamasi. Siapapun yang terpilih sama saja. Saya yakin semuanya punya komitmen untuk membesarkan partai,” harapnya. (ala/mir/c)
Akhir Agustus Musda Golkar Sulbar Digelar di Mamuju
×

