MAKASSAR, BKM– Sungguh malang dan miris nasib anak-anak usia sekolah yang harus mengemis di sejumlah ruas jalan hingga di pusat tertokoan karena paksaan orang tuanya.
Tidak hanya paksaan atas perintah orang tuanya, kadangkala anak tersebut juga mendapat siksaan bahkan pukulan jika tidak menurut untuk tetap berada di jalan hingga larut malam.
Titik pengemis anak laki-laki dan perempuan tersebut berada di kawasan Panakukang, Boulevard, Pengayoman dan Mal Panakukang.
BKM sempat menemui seorang anak perempuan pengemis bernama Ani (nama samaran-red) yang sedang menangis meraung-raung. Ani mengaku telah mendapatkan pukulan dari orang tuanya yang terus memaksanya berada di jalan demi uang Rp1.000 atau Rp2.000. Padahal jam telah menunjukkan pukul 21.00 Wita, Selasa (23/8) malam.
Sebelum menemui Ani, BKM sempat menyaksikan dari kejauhan wanita berumur menyeret Ani hingga ke pinggir jalan. Tampak wajah dan raut muka Ani sangat lelah saat menolak keinginan orang tuanya. Pukulan demi pukulan mengarah pada kepala dan badan anak yang tampak kumal itu. “Saya takut, saya dipukuli mama saya kalau tidak mengemis. Capek ma kodong. Jangan ki bilang-bilang sama mama saya,” katanya kepada BKM sambil mengusap kedua bola matanya yang masih meneteskan air mata.
Awal kejadian bermula saat Ani sudah ingin meninggalkan lokasi parkiran motor Mal Pannakukang tepatnya saat pengendara hendak membayar di loket parkir jalan keluar. Orang tua Ani nampak kesal, karena bukannya menghalau pengendara untuk dimintai uangnya, malah meninggalkan tempat.
Susi salah seorang karyawan loket di Mal Pannakukang mengatakan, pada saat pengunjung mal pulang sekira pukul 21:00 Wita, tampak tiga hingga lima orang ibu rumah tangga membawa sendiri anaknya untuk mengemis.
“Itu anak datang dikawal sama mamanya. Kalau ada yang ganggu atau melarang mengemis di area pembayaran loket, mamanya tidak terima,” ungkapnya kepada BKM.
Bahkan Susi mengaku, mereka tidak segan melawan security atau pengamanan mal jika anaknya dilarang mengemis di dalam lokasi parkir.
Menurut Susi, orang tua anak itu ibarat tidak punya hati, jika anaknya tidak agresif meminta-minta kepada pengendara yang akan keluar, maka dari jarak jauh ibu-ibu tersebut berteriak dengan lantang. Bahkan
sesekali diteriaki dengan kata-kata yang tidak layak.
“Tidak sopan sekali itu mamanya. Berteriak ji saja dengan kata-kata kotor ke anaknya,” ucapnya.
Menurut Susi, sebagian besar anak yang mengemis dikawasan mal sebenarnya ingin tetap bersekolah dan bermain. Tapi karena desakan dan paksaan orang tua mereka, sehingga apapun itu dilakukan.(ita/war)

