MAKASSAR, BKM — Kios Untuk Dagang Online (KUDO) merupakan startup teknologi yang berpusat di Jakarta. KUDO memungkinkan semua orang mendapat akses dan berpartisipasi disektor e-commerce lokal, tanpa memandang keadaan ekonomi ataupun akses internet. KUDO didukung beberapa perusahaan modal ventura, termasuk East Ventures, 500 startup, IMJ Investment Partnes, dan GREE Ventures. Emtek, salah satu konglomerat media di Indonesia, juga sudah berinvestasi di KUDO.
Seperti disampaikan Sales Direktur KUDO, Nuruddin Al Fitroh di sela-sela acara media gathering beberapa hari lalu, sekarang KUDO memiliki 100.000 agen yang tersebar di seluruh penjuru negeri. KUDO merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan akses e-commerse bagi masyarakat Indonesia yang umumnya tidak bisa berbelanja secara online.
KUDO juga terus berusaha mewujudkan misinya untuk menciptakan jutaan enterpreneur digital di seluruh Indonesia sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dalam skala besar, berdiri pada Juni 2014. Mayoritas dari agennya adalah orang-orang dengan penghasilan mendekati UMR di Indonesai. Dimana, sebagian besar pelanggannya tidak memiliki rekening bank dan kartu kredit mengingat mayoritas populasi Indonesia yang berjumlah 260 juta orang. Sehingga perusahaan-perusahaan online melihat hal tersebut sebagai peluang untuk memenangkan pasar e-commerce di Indonesia.
Head and Marketing KUDO, Firman Ardiyansyah, menambahkan, KUDO baru hadir di Makassar sekitar April 2016. Sehingga agen yang bergabung dengan KUDO masih sekitar satu persen. Untuk itu, saat ini pihaknya sedang menggarap agen-agen KUDO di Makassar yaitu menarik pedagang-pedagang tradisional di Makkasar serta mahasiswa-mahasiswa dan ibu rumahtangga.
”KUDO memahami pentingnya peran wanita dalam e-commerce lokal. Saya siap membantu wanita Indonesia menjadi ‘pahlawan keluarga’. Karena wanita memiliki peran penting dalam perekonomian negara ini. Wanita menyumbang angka cukup tinggi dalam transaksi online. Terlebih untuk berbelanja pakaian, mobile device, keperluan belanja, dan aksesoris. Mark Plus Insight menyebutkan, wanita Indonesia adalah pengatur keuangan sekaligus pengambil keputusan utama untuk produk FMCG disebagian besar rumahtangga, mulai dari belanja sehari-hari, furniture hingga perlengkapan mandi. (ppl2-ppl7/mir)
KUDO Garap Agen di Makassar
×

