JENEPONTO, BKM — Kasus keracunan makanan kerang laut kembali menelan korban jiwa. Setelah sebelumnya tercatat dua orang meninggal dunia setelah mengkonsumsi kerang beracun di Kampung Bungung Pandang, Desa Mallasaro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, pada 29 Agustus 2016 lalu, kini korban jiwa bertambah menjadi tiga orang.
Satu korban jiwa bernama Syarif Daeng Sinring (40), warga Kampung Bungung Pandang dinayatakan meninggal dunia, Sabtu (3/9) lalu. Syarif diketahui sempat menjalani perawatan di rumah sakit bersama puluhan warga lain yang mengalami keracunan.
“Almarhum Suarif meninggalkan hari Sabtu lalu. Almarhum masuk dalam daftar korban kercaunan tide’ di desa kami. Dengan begitu, jumlah korban jiwa sudah mencapai tiga orang” jelas Faisal, Kepala Dusun Bungung Pandang, Minggu (4/9).
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, Syafruddin Nurdin Wabah mengatakan, bahwa kasus keracunan kerang di Kampung Bungung Padang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa ( KLB). Dari data pihaknya, jumlah korban keracunan saat ini sudah mencapai 78 orang dan tiga diantaranya telah meninggal dunia.
“Pemerintah sudah menetapkan kasus ini sebagai KLB. Sejauh ini sudah 78 orang menjadi korban, tiga diantaranya meninggal dunia,” jelasnya.
Syafruddin menambahkan, korban keracunan tersebut masih menjalani perawatan inap di sejumlah lokasi, diantaranya, Pustu dan Kantor Desa Mallasoro sebanyak 16 orang, , Puskesmas Bangkala berjumlah 4 orang, RSUD Lanto Daeng Paswang 8 0rg, RSUD Pajonga Takalar 1 org dan RS Bhayangkara 2 orang . Adapun korban yang menjalani observasi berjumlah 45 orang.
” Penanganan korban sudah dilakukan dengan membentuk Tim Gerak Cepat Brigade Siaga 115 yang berjumlah 10 orang dokter, 22 0rang perawat, 4 orang surveilans, 4 bidan desa, 5 orang kapus dan 3 orang petugas Farmasi. Posko kesehatan 24 jam di kantor Desa Mallasoro,” jelas Syafruddin. (krk-ril)
Korban Kerang Beracun Bertambah Jadi Tiga Orang
×

