MAKASSAR, BKM — Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar akan mengelola sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Pengelolaan sampah organik tersebut sebagai bagian dari program Makassar Tidak Rantasa (MTR) sekaligus mendukung program baru Pemkot Makassar yakni Badan Usaha Lorong (Bulo).
Pengeloalaan sampah itu juga sebagai salah satu inovatif pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Hapidah Djalante menjelaskan, pengelolaan sampah rumah tangga dilakukan dengan menggunakan tekhnologi tepat guna atau mesin pencercah atau pengurai sampah-sampah. Lalu hasilnya akan dijadikan pupuk kompos setelah didiamkan beberapa hari. Bukan hanya itu, sampah-sampah tersebut juga bisa digunakan sebagai makanan cacing (cacing tanah Afrika yang bisa digunakan untuk obat kesehatan) kemudian kotoran cacing tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.
Dengan produksi pupuk kompos nantinya yang memadai maka masyarakat atau kelompok masyarakat bisa mengelolahnya sendiri dalam bentuk usaha lorong (Bulo) sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Bukan hanya itu, program pengelolaan sampah rumah tangga itu juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat Kota Makassar, dimana pengelolaan tersebut akan diramu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di lorong. “Kita mencoba untuk mengelolah sampah rumah tangga, bagaimana sampah tersebut bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis untuk masyarakat. Pengelolaannya itu menggunakan mesin,” kata Hapidah di Jalan Inna Saudari II, Senin (5/9).
Dia menuturkan bahwa konsep inovatif pengelolaan sampah rumah tangga itu memiliki banyak manfaat kepada masyarakat, setidaknya dari sisi kebersihan dan ekonomi. “banyak manfaatnya itu, mendukung program MTR, Bulo,” Jelas wanita adalah tanah Sawerigading itu.
(man)
BPM Produksi Pupuk Kompos
×

