MAKASSAR, BKM — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel, Prof Wasir Thalib angkat bicara perihal kabar yang ia nilai telah menyudutkan dirinya dalam upaya menarik dukungan terhadap guru SMKN 2 makassar, Drs Dasrul yang melakukan diversi terhadap MA.
Menurut Wasir tak ada yang sala dalam sikapnya yang hanya menyesalkan dan kecewa terhadap guru Dasrul karena secara sepihak menyatakan damai dengan terdakwa MA di pengadilan.
“Salahka saya sebagai Ketua PGRI Sulsel menyampaikan rasa penyesalan dan kekecewaan guru kepada Pak Dasrul yang secara sepihak menyatakan damai kepada MA tanpa konfirmasi kepada PGRI yang telah memberikan dukungan penuh kepada Pak Dasrul atas kasus pemukulannya,” ucap Prof Wasir, dikonfirmasi via WA, belum lama ini.
Wasir mengaku heran jika sikap dan arahannya kepada guru Dasrul dianggap melarang, menekan dan memaksa guru Dasrul untuk tidak melakukan damai.
“Saya kira yang hadir malam itu bisa jadi saksi dengan baik. Arahan saya menyatakan PGRI akan menarik dukungannya kalau Pak Dasrul berdamai, itu adalah pernyataan organisasi dari guru dan PB PGRI,” jelasnya.
Lanjutnya, bahwa upaya damai atau tidak adalah hak penuh guru Dasrul dan tak satupun pihak yang dapat melakukan intervensi. Meski demikian, Wasir tetap menyinggung sikap kuasa hukum MA yang ia nilainya berlebihan dalam mengeluarkan pernyataan di beberapa media.
“Azis Pangerang lebih awal telah merintis perdamaian dengan pengacara KPAI yang kemudian secara tegas menyatakan bertanggungjawab atas segala risiko jika seandainya seluruh guru, termasuk guru SMK 2 Maassar kalau ada hukuman sosial yang harus diterima Pak dasrul,” kata Wasir. (mat-ril)
Ketua PGRI Sulsel Tanggapi Kasus Guru Dasrul
×

