pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kubu Maddusila Sebut Ada Pihak Ketiga

KUBU Andi Maddusila membantah jika pihaknya berada di balik aksi anarkis pembakaran gedung DPRD Gowa. Dihubungi melalui telepon selularnya, petang kemarin, Andi Hasanuddin ABE yang merupakan juru bicara pihak keluarga Kerajaan Gowa meyakini ada pihak lain yang memanfaatkan ketidakharmonisan hubungan antara pemkab dengan pihak Andi Maddusila.
Dijelaskan, awalnya memang sudah ada rencana pihaknya melakukan aksi damai dengan berpakaian adat. Namun, pihaknya kemudian sepakat membatalkan pergerakan itu.
“Kami sudah sepakat membatalkan pergerakan hari ini (Senin kemarin). Terus terang kita memang siapkan pakaian adat. Kalaupun tadi (kemarin) ada aksi pembakaran (gedung DPRD Gowa), kami tidak tahu siapa yang melakukannya,” terang Andi Hasanuddin.
Pihak Andi Maddusila gusar adanya pihak ketiga yang memaanfaatkan keadaan ini. ”Karena setiap ada pergerakan, kamipasti meminta izin pihak kepolisian. Kami selalu melakukan penyampaian resmi. Aksi pembakaran kantor DPRD benar-benar kami tidak tahu siapa pelakunya,” tandasnya.
Mantan Camat Bungaya ini juga menjelaskan, sebelumnya memang terdengar kabar jika akan ada aksi dilakukan masyarakat adat dari Tator (Tana Toraja). “Katanya sih ada masyarakat adat Tator mau turun aksi damai. Namun kami juga tidak tahu pasti apakah masyarakat adat Tator itu jadi turun atau tidak. Yang jelas, kami pihak keluarga kerajaan tidak tahu menahu siapa pelaku pembakaran kantor DPRD,” jelasnya.
Meski begitu, dia mengakui ada pihaknya sekitar 20 orang yang turun mengenakan pakaian adat. Namun setelah orasi langsung pulang. Itu terjadi sebelum ada pembakaran.
”Kami akan membantu polisi untuk mencari tahu pelaku pembakaran, karena kami tidak mau dijadikan kambing hitam,” tandas Andi Hasanuddin.
Terpisah, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan akhirnya menjawab telepon setelah berkali-kali dihubungi. Adnan mengaku sedang berada di kantornya.
“Kita percayakan dan serahkan sepenuhnya kepada polres dan polda. Ini negara hukum,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Naswari Natsir, Ketua LSM Lipa’ Sab’be Institute yang saat itu ada di lokasi kebakaran mensinyalir adanya upaya pembiaran. Naswari menilai, peserta aksi massa hanya berkisar 50-an orang. Yang banyak adalah warga sekitar yang menyaksikan aksi demonstrasi berlangsung.
”Sepertinya ada pihak ketiga yang diuntungkan di balik persoalan ini, sehingga kami meminta kepada Polda Sulsel untuk cermat melihat persoalan ini,” katanya. (sar/rus)



×


Kubu Maddusila Sebut Ada Pihak Ketiga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar