MAKASSAR, BKM–Kemenangan Kepala daerah yang menang karena bertarung melalui lewat jalur perseorangan atau independen seperti pasangan Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Malaganni di Pilbup Gowa 2015 lalu bisa menjadi inspirasi Walikota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto jelang Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2018 nanti.
Hal tersebut disampaikan peneliti dari Citra Komunikasi (Cikom) sebuah lembaga dibawah bendera PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Wiliady. “Jadi sah-sah saja jika Pak Danny maju lewat jalur independen,”Wiliady, baru-baru ini.
Menurutnya, semua bakal calon Walikota berpeluang maju lewat jalur independen ataupun jalur partai politik. “Hanya saja, jika maju lewat independen memang sedikit agak ribet karena harus teliti betul dalam menyiapkan administrasinya. Dan maju sebagai calon independen perlu strategi yang kuat, apalagi di Makassar masyarakatnya sangat melek terhadap calon yang akan dipilihnya,”jelas Wiliady.
Hal berbeda dikemukakan dosen politik UIN Alauddin Firdaus Muhammad yang menilai bila konstelasi Pilwali Makassar akan menjadi arena pertarungan antar partai seperti Golkar dan Demokrat serta partai papan atas lainnya. Menurutnya, Partai Golkar bakal mengusung kadernya seperti Farouk M Betta atau Rusdin Abdullah. Sementara Demokrat juga bakal mengusung kadernya yakni Aliyah Mustika, Syamsu Rizal atau Adi Rasyid Ali.
Demikian pula Nasdem dapat mempersiapkan Andi Rahmatika Dewi alias Tika untuk maju atau justru koalisi dengan Demokrat mengusung paket Ical-Tika atau Aliyah-Ical. “Jadi meski calon maju lewat jalur perseorangan, bisajadi ada partai politik yang ikut mendukung,”jelas Firdaus. (rif)
Danny Bisa Lewat Independen dan Parpol
×

