pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Asing Kelola Gandang Dewata

MAMUJU, BKM — Taman Nasional (TN) Gandang Dewata di Kabupaten Mamasa (Sulbar)berbatasan dengan wilayah Seko di Kabupaten Luwu Utara (Sulsel), telah disosialisasikan peluncurannya beberapa hari lalu di Mamasa. Sosialisasi ini turut dihadiri Plt Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sulbar, Ir Fakhruddin, di kantornya akhir pekan lalu, mengatakan, TN Gandang Dewata telah diusulkan Pemkab Mamasa dan Mamuju pada saat mengusulkan revisi RTRW tahun 2009-2012.
Ada peningkatan status dari fungsi hutan lindung yang menjadi KPA/KSA. Karena pada lokasi hutan tersebut telah ada potensi keanekaragaman hayati. Sehingga kawasan tersebut harus dijaga dan terus dipertahankan sesuai habitatnya.
”Dengan ditetapkannya lokasi pada kawasan tersebut sebagai taman nasional, maka Gandang Dewata telah masuk sebagai situs konservasi milik dunia,” ungkap Fakhruddin.
Menurutnya, ditetapkannya Gandang Dewata sebagai kawasan yang harus dijaga dan dilindungi, maka adanya penetapan tersebut kini sedang disusun FS pengelolaan kawasan pada 3 KPHL di Mamasa, 1 KPHL di Bonehau KaLumpang dan 1 KPHK/TN Gandang Dewata untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara Eropa dalam pengelolaan KPHL dan taman nasional tersebut.
”Untuk sementara, pengelolaan tentu harus dilakukan secara bersama-sama masyarakat yang ada di sekitar KPHL dan taman nasional itu. Bukan dengan masyarakat yang tinggal jauh di luar KPHL,” ucap Fakhruddin.
Dengan penetapan Gandang Dewat sebagai taman nasional, kata Fakhruddin, maka Walhi Sulbar yang belakangan getol menyoal penetapan taman nasional Gandang Dewata, harus terus melakukan pengawasan.
Sementara itu, Ketua Walhi Sulbar, M Ikhsan Willy, menyampaikan, tidak boleh sembarangan mengklaim dan menyatakan taman nasional pada Gandang Dewata. Ini masuk pada situs dunia. ”Kalau memang ada seperti itu, maka apa bukti kalau Taman Nasional Gandang Detawata telah masuk situs dunia. Boleh saja kalau dunia maya atau dunia alien,” ungkapnya.
Dikatakan, pihakanya mendedikasikan hidupnya sebagai pendamping dan pemberdaya masyarakat ini. Keberadaan Taman Nasional Gandang Dewata dikhawatirkan akan sama dengan taman nasional pada Lorelindu di Sulteng yang dikelola koorporasi.
”Saya sangat kuatir kalau ini juga akan terjadi pada Taman Nasional Gandang Dewata,” paparnya.
Untuk pengelolaan taman nasional Gandang Dewata tersebut, masih menurut Iccank, sapaan akrabnya, kenapa harus dikerjasamakan dengan negara-negara Eropa. Apa tidak percaya kepada NKRI bahwa juga bisa membangun dan menjaga Hutan Gandang Dewata.
”Jangan anggap remeh orang Mamasa. Buktinya, hingga sekarang hutan Gandang Dewata lestari. Justru orang-orang sekarang lah yang mau melepaskan penguasaan Gandang Dewata ke pihak-pihak yang akan mengeksploitasi Gunung Gandang Dewata. Sepertinya kita meragukan NKRI. Kenapa harus dikerjasamakan dengan negara luar untuk pengelolaan hutan. Buktinya, hutan Gandang Dewata sampai sekarang terpelihara dan lestari oleh masyarakat Mamasa sendiri,” pungkasnya. (ala/mir/c)



×


Asing Kelola Gandang Dewata

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar